5 Fakta Terbaru Satpam HI yang Cekcok dengan Pengemudi Alphard, Kini Jadi Perhatian 2 Gubernur
Satrio Sarwo Trengginas July 26, 2026 11:08 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Sosok satpam proyek MRT Bundaran HI, Fiktor Harefa, menjadi perhatian publik setelah terlibat cekcok dengan pengemudi dan penumpang mobil Alphard di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Aksi Fiktor yang menegur kendaraan tersebut karena diduga melanggar aturan lalu lintas menuai banyak dukungan dari masyarakat.

Setelah kasusnya viral, berbagai perkembangan pun bermunculan, mulai dari perhatian dua gubernur hingga tawaran pekerjaan baru.

Berikut lima fakta terbaru terkait Fiktor Harefa:

1. Viral usai cekcok dengan pengemudi Alphard

Fiktor menjadi sorotan setelah video perselisihannya dengan pengemudi dan penumpang Alphard beredar luas di media sosial.

Saat itu, Fiktor sedang bertugas sebagai satpam di proyek pembangunan MRT kawasan Bundaran HI.

Peristiwa tersebut memicu beragam respons dari masyarakat.

Banyak netizen memberikan dukungan kepada Fiktor karena dinilai menjalankan tugas saat menegur kendaraan yang diduga menerobos lampu lalu lintas penyeberangan.

2. Mengaku sempat mendapat intimidasi saat mediasi

Fiktor mengaku sempat mengalami intimidasi ketika menjalani mediasi awal di Pos Polisi Bundaran HI.

Ia menyebut bahkan sempat bersujud di hadapan pengemudi dan penumpang Alphard dalam proses tersebut.

Pengakuan itu semakin menyita perhatian publik dan memunculkan simpati dari banyak pihak.

3. Pramono Anung meminta Fiktor tidak dipecat

Kasus yang menimpa Fiktor turut mendapat perhatian Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Menurut Pramono, Fiktor hanya menjalankan tugasnya sebagai petugas keamanan sehingga tidak layak menerima sanksi.

"Untuk nasib satpam, saya meminta untuk tidak dipecat atau diberhentikan. Bahkan yang bersangkutan sebenarnya malah menjalankan tugas dengan baik sekali," kata Pramono.

Ia juga mengaku telah beberapa kali melihat rekaman CCTV dan menilai tindakan Fiktor sudah sesuai dengan tugasnya sebagai petugas keamanan.

4. Dedi Mulyadi menawarkan pekerjaan di Bandung

Perhatian juga datang dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Melalui unggahan di media sosialnya, Dedi mengungkap telah bertemu langsung dengan Fiktor dan menawarkan pekerjaan sebagai petugas keamanan di kawasan Gedung Sate, Bandung.

Menurut Dedi, tawaran tersebut juga mempertimbangkan kondisi Fiktor yang saat ini tinggal di kawasan Pasteur, Bandung, sehingga dinilai akan lebih dekat dengan tempat tinggalnya apabila bekerja di Jawa Barat.

5. Kasus berakhir damai, tetapi proses terhadap oknum polisi tetap berjalan

Perselisihan antara Fiktor dengan pengemudi dan penumpang Alphard akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi di Polsek Metro Menteng.

Kedua belah pihak saling meminta maaf dan sepakat tidak membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

Meski demikian, pengemudi dan dua penumpang Alphard yang diketahui merupakan oknum anggota Polda Jawa Barat tetap menjalani proses pemeriksaan internal oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Barat.

Selain itu, dugaan pelanggaran lalu lintas, termasuk penggunaan pelat nomor, juga ditangani oleh Subdit Gakkum Polda Metro Jaya.

Kasus ini pun masih menjadi perhatian publik karena dinilai berkaitan dengan penegakan aturan lalu lintas, profesionalisme petugas, serta proses penanganan dugaan pelanggaran oleh aparat yang terlibat.

Berita terkait

  • Baca juga: Satu Kasus, Dua Nasib: Fiktor Harefa Ditawari Kerja, Pengemudi Alphard Bundaran HI Diproses
  • Baca juga: 5 Fakta Kasus Satpam Bundaran HI vs Pengemudi Alphard, Polisi Dalami Dugaan Sujud hingga KTA
  • Baca juga: SOSOK Satpam Bundaran HI Vicol Harefa: Mengaku Bersujud usai Tegur Alphard, Netizen Ramai Membela

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.