Misteri Satpam Waduk Jatiluhur Tewas Terborgol, Sempat Tegur Pelaku Vandalisme Sebelum Hilang
Khistian Tauqid July 26, 2026 11:42 AM

TRIBUNBATAM.id - Polisi terus mendalami kasus kematian tragis Sumarna (40), seorang petugas keamanan (satpam) di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. 

Korban ditemukan tewas mengambang di perairan dengan kondisi kedua tangan terborgol di belakang tubuhnya.

Sebelum ditemukan tak bernyawa, muncul dugaan bahwa korban sempat menegur sekelompok orang yang melakukan aksi coret-coret atau vandalisme di area objek vital nasional tersebut.

Petunjuk mengenai aktivitas terakhir korban ini diperkuat oleh keterangan warga sekitar serta unggahan status WhatsApp yang sempat dibuat Sumarna. 

Dalam status tersebut, korban membagikan foto coretan di salah satu tanggul Waduk Jatiluhur dan meminta agar area itu segera dibersihkan.

Seorang warga setempat, Warta, membenarkan bahwa Sumarna memang sangat berdedikasi dan aktif menjaga kawasan waduk dari tindakan perusakan.

“Beredar kabar dia melarang orang yang mau corat-coret. Memang itu tugas dia menjaga area waduk. Aksi corat-coret terjadi malam Rabu, lalu selang satu hari diduga kelompok itu datang lagi,” kata Warta, Sabtu (25/7/2026).

Kendati demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa dugaan teguran terkait vandalisme tersebut masih didalami dan belum dipastikan menjadi motif utama di balik kematian korban.

Baca juga: Oknum TNI Aniaya Warga Karimun Hingga Tewas Bakal Dibawa ke Batam, Sn Baru 7 Bulan Dinas di Karimun

Kronologi Penemuan Jenazah Satpam Waduk Jatiluhur

Peristiwa berdarah ini bermula saat Sumarna dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 03.00 WIB ketika sedang bertugas piket malam di area Waduk Jatiluhur.

Curiga karena korban tidak kunjung merespons, rekan kerja bersama Kepala Satuan Pengamanan langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi.

Upaya pencarian berakhir memilukan. Pada Jumat (24/7/2026) sekira pukul 11.00 WIB, tubuh Sumarna ditemukan mengambang di area Tanggul Kayat. 

Korban masih mengenakan seragam satpam lengkap, namun kedua tangannya berada dalam posisi terborgol ke belakang.

Pihak Keluarga Temukan Kejanggalan dan Desak Autopsi

Kondisi jenazah yang tak wajar ini menyulut kecurigaan mendalam dari pihak keluarga. 

Paman korban, Ocid, mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas misteri kematian keponakannya secara transparan dan berkeadilan.

“Saya dapat info pas mau Jumat, bahwa korban terborgol di air. Karena korban meninggal di air dan ada hal yang janggal, posisinya tangan terborgol ke belakang. Tolong usut tuntas sesuai jalur hukum,” ujar Ocid.

Guna meyakinkan penyebab pasti kematian Sumarna, pihak keluarga telah memberikan izin resmi kepada kepolisian untuk melakukan tindakan autopsi.

“Saya selaku paman korban, tadi sudah menghubungi kakak korban dan adik korban, kemudian istri korban sudah menyetujui proses autopsi. Agar bisa diketahui penyebab kematiannya, karena sampai saat ini kami tidak mengetahui apa penyebabnya,” tambahnya.

Polisi Tanggapi Isu Keterlibatan Kelompok Tertentu

Menanggapi kabar burung dan asumsi publik di media sosial yang mengaitkan kasus ini dengan kelompok tertentu, Kasatreskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara memberikan penjelasan resmi.

“Sementara kami masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut dan ditangani Satreskrim Polres Purwakarta,” tegas AKP I Made Purwantara saat dikonfirmasi.

Terkait desas-desus keterlibatan kelompok vandalisme tertentu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi sebelum ada bukti kuat dari hasil penyelidikan.

“Kami belum bisa memastikan untuk itu. Belum ada bukti pendukung keterkaitan dengan kelompok mana pun,” kata Made.

Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Purwakarta masih fokus mengumpulkan berbagai alat bukti, memeriksa sejumlah saksi kunci, serta menantikan hasil autopsi medis untuk menentukan apakah ada unsur tindak pidana atau pembunuhan dalam kasus ini.

(TribunBatam.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.