TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI – Kodim 0809/Kediri kembali memperkuat konektivitas wilayah dengan membangun Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di lereng Gunung Kelud, tepatnya di Desa Ngancar, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.
Infrastruktur permanen ini menjadi solusi bagi warga yang selama enam tahun bergantung pada jembatan darurat setelah jembatan utama ambrol pada 2020.
Jembatan tersebut dibangun melalui Program Bhakti TNI dengan panjang 12 meter dan lebar 3 meter. Konstruksinya menggunakan rangka besi WF serta beton cor bertulang sehingga lebih kokoh dan mampu menunjang aktivitas masyarakat dalam jangka panjang.
Pembangunan dimulai pada 10 Juli 2026 dan dijadwalkan rampung pada 31 Juli 2026. Hingga akhir pekan ini, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 85 persen.
Baca juga: Ari Lasso Meriahkan Puncak Hari Jadi Kota Kediri ke-1147, Ribuan Warga Padati GOR Jayabaya
Keberadaan jembatan permanen ini akan menghubungkan Desa Ngancar dan Desa Pandantoyo yang sempat terputus akibat rusaknya jembatan lama. Selama bertahun-tahun, masyarakat hanya mengandalkan jembatan kayu yang kemudian diganti dengan jembatan darurat berbahan bambu hasil swadaya warga.
Kondisi tersebut memaksa warga menempuh jalur memutar dengan jarak lebih jauh. Dampaknya dirasakan pelajar, petani hingga pelaku usaha kecil yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Komandan Kodim 0809/Kediri, Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah mengatakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih merupakan implementasi Program Bhakti TNI yang sejalan dengan kebijakan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui kolaborasi Kementerian Pertahanan dan TNI Angkatan Darat.
"Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu mempermudah akses pendidikan, memperlancar mobilitas warga, mendukung distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di kedua desa," ujar Dhavid.
Dhavid menegaskan TNI akan terus hadir melalui berbagai program teritorial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan rakyat.
"Sinergi bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan rakyat," katanya.
Warga Lereng Gunung Kelud Sambut Baik Pembangunan Jembatan
Sementara itu, Kepala Desa Pandantoyo, Dian Astianti mengaku pembangunan jembatan permanen tersebut menjadi kabar yang telah lama dinantikan warga.
Sejak jembatan utama ambrol pada Mei 2020, pemerintah desa bersama Desa Ngancar hanya mampu membangun jembatan darurat berbahan bambu agar akses masyarakat tidak terputus.
Mayoritas warga di kawasan tersebut berprofesi sebagai petani nanas. Karena itu, akses transportasi yang memadai sangat dibutuhkan untuk mempercepat distribusi hasil panen dan aktivitas jual beli.
"Alhamdulillah, masyarakat sangat bersyukur dengan adanya pembangunan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih oleh Kodim 0809/Kediri. Selama ini warga harus memutar dengan jarak yang cukup jauh untuk beraktivitas. Dengan jembatan permanen ini, kami optimistis mobilitas masyarakat akan kembali normal dan perekonomian desa semakin berkembang," ucap Dian.
(Tribunmataraman.com/Isya Anshori)