BMKG Peringatkan Gelombang 4 Meter di Pesisir Selatan Pandeglang, BPBD Minta Nelayan Tunda Melaut
Vega Dhini July 26, 2026 12:07 PM

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Misbahudin

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang beraktivitas di pesisir selatan, agar meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini gelombang tinggi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Peringatan dini tersebut berlaku pada 25–28 Juli 2026. BMKG memprediksi tinggi gelombang di perairan Selat Sunda bagian barat Pandeglang, perairan selatan Pandeglang, hingga perairan selatan Kabupaten Lebak berpotensi mencapai 2,5 hingga 4 meter.

Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama kapal nelayan berukuran kecil, serta aktivitas masyarakat di kawasan pesisir.

Berdasarkan informasi BMKG Wilayah Banten, potensi gelombang tinggi dipicu oleh pola angin yang cukup kuat di wilayah perairan selatan.

Di Selat Sunda bagian barat Pandeglang, perairan selatan Pandeglang, dan perairan selatan Lebak, angin bertiup dari arah tenggara hingga timur laut dengan kecepatan 10–30 knot sehingga memicu peningkatan tinggi gelombang.

Sementara itu, di perairan utara Tangerang dan utara Serang, angin bertiup dari arah utara hingga timur dengan kecepatan 5–15 knot. Adapun di Selat Sunda bagian utara, angin bergerak dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan yang sama.

Kepala BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, mengatakan pihaknya telah meneruskan peringatan dini BMKG kepada masyarakat sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko kecelakaan di laut maupun di kawasan pesisir.

"Sehubungan dengan adanya peringatan dini BMKG terkait potensi gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter di wilayah perairan selatan Pandeglang dan Selat Sunda bagian barat, kami mengimbau masyarakat dan para nelayan agar meningkatkan kewaspadaan," ujarnya dalam sambungan telepon, Minggu (26/7/2026).

Ia mengimbau nelayan menunda aktivitas melaut apabila kondisi cuaca dan tinggi gelombang tidak memungkinkan.

Selain itu, masyarakat diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG serta mematuhi arahan pemerintah daerah dan petugas di lapangan.

"Nelayan diimbau menunda sementara aktivitas melaut apabila kondisi cuaca dan gelombang tidak memungkinkan. Masyarakat juga diharapkan selalu mengikuti informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG serta arahan pemerintah daerah dan petugas terkait," ujarnya.

Riza juga meminta warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar pantai meningkatkan kewaspadaan, terutama di lokasi yang berpotensi diterjang gelombang tinggi.

Apabila terjadi keadaan darurat atau ditemukan kondisi yang membahayakan, masyarakat diminta segera melapor kepada aparat desa, BPBD, Basarnas, TNI/Polri, maupun instansi terkait.

"Masyarakat yang berada di kawasan pesisir agar lebih waspada, terutama di lokasi yang berpotensi mengalami gelombang tinggi. Apabila terjadi kondisi darurat atau melihat kejadian yang membahayakan, segera laporkan kepada aparat desa, BPBD, Basarnas, TNI/Polri, atau instansi terkait," katanya.

Menurut Riza, kepatuhan terhadap peringatan dini menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi di wilayah pesisir. Gelombang tinggi tidak hanya mengancam keselamatan nelayan, tetapi juga wisatawan dan masyarakat yang beraktivitas di sepanjang pantai selatan Pandeglang.

"Keselamatan adalah yang utama. Tetap tenang, selalu waspada, dan patuhi setiap imbauan dari petugas demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.