PJU Padam Akibat Petir hingga Pencurian, Dinas PUPR Batang Hari Siapkan Peremajaan
Heri Prihartono July 26, 2026 12:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Batang Hari terus memaksimalkan pelayanan Penerangan Jalan Umum (PJU), khususnya di kawasan pusat Kota Muara Bulian hingga lorong-lorong permukiman warga, Minggu (26/7/2026).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan titik-titik PJU yang sebelumnya mengalami pemadaman sementara atau kerusakan dapat kembali menyala secara optimal.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Batang Hari, Ajrisa Windra, mengatakan dari total 8.400 titik PJU yang bersumber dari listrik PLN dan tersebar di delapan kecamatan, sebanyak 7.436 titik saat ini dalam kondisi menyala dan berfungsi dengan baik. Sementara itu, 808 titik lainnya tercatat padam atau mengalami kerusakan.

"Target operasional kita minimal 90 persen PJU PLN berfungsi penuh hingga akhir tahun," ujarnya.

Ajrisa menjelaskan, kerusakan PJU yang bersumber dari listrik PLN disebabkan oleh berbagai faktor teknis maupun nonteknis.

Penyebabnya antara lain gangguan arus listrik, sambaran petir, keausan komponen seperti kontaktor dan MCB yang terbakar, kabel terputus akibat aktivitas pembukaan lahan perkebunan warga, hingga maraknya pencurian kabel.

"Kerusakan PJU PLN di lapangan dipicu gangguan arus listrik, petir, keausan komponen, kabel putus akibat penebangan pohon sawit warga, hingga maraknya kasus pencurian kabel di beberapa titik lintasan," jelasnya.

Sementara itu, untuk PJU tenaga surya (solar cell), data Dinas PUPR mencatat dari total 2.100 titik yang tersebar di Kabupaten Batang Hari, sebanyak 2.058 unit berfungsi normal, sedangkan 42 unit mengalami kerusakan.

Menurut Ajrisa, gangguan pada PJU tenaga surya umumnya disebabkan oleh pelepah maupun pohon sawit yang semakin besar sejak lampu dipasang sekitar tiga tahun lalu.

Kondisi tersebut menyebabkan panel surya tertutup sehingga tidak memperoleh sinar matahari secara maksimal dan berdampak pada penurunan daya baterai.

"Sebagian PJU tenaga surya yang dipasang sekitar tiga tahun lalu kini terhalang rimbunnya pelepah pohon sawit, sehingga panel surya tidak mendapatkan sinar matahari maksimal dan baterai mengalami penurunan daya," katanya.

Menyikapi kondisi tersebut, Dinas PUPR Kabupaten Batang Hari saat ini tengah mendata seluruh komponen yang membutuhkan peremajaan.

Selain itu, dinas juga menyiapkan usulan alokasi anggaran melalui Perubahan APBD 2026.

"Dinas PUPR sedang mendata komponen yang perlu diremajakan dan berupaya mengajukan alokasi anggaran pada Perubahan APBD 2026 agar seluruh titik PJU dapat berfungsi optimal secara menyeluruh," pungkasnya.

Baca juga: Tingkatkan Kemantapan Jadi 39,87 Persen, Pemkab Batang Hari Perbarui Status Jalan Kabupaten

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.