TRIBUN-MEDAN.COM, TOBA-Sehari setelah menempuh jalan-jalan perbukitan menuju Habinsaran dan Borbor, langkah Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara sekaligus anggota DPR RI, Drs. Rapidin Simbolon, MM, belum berhenti.
Sabtu (25/7/2026), perjalanan berlanjut ke jantung Kabupaten Toba. Kali ini, Aula Dinas Pendidikan di Balige menjadi titik temu ratusan pelajar dan orang tua yang menanti bantuan pendidikan.
Sejak pagi, aula dipenuhi siswa dari Kecamatan Balige, Laguboti, dan Tampahan. Sebagian datang bersama orang tua, membawa berkas persyaratan yang telah dipersiapkan sejak beberapa hari sebelumnya.
Nama para penerima dipanggil satu per satu. Dokumen beasiswa diserahkan secara langsung sebelum para penerima melanjutkan proses pencairan melalui bank yang telah ditunjuk.
Bantuan yang disalurkan terdiri atas Rp450 ribu untuk siswa SD, Rp700 ribu bagi siswa SMP, dan Rp1,8 juta untuk siswa SMA sederajat.
Penyaluran di Balige merupakan bagian dari rangkaian distribusi beasiswa kepada 550 pelajar di Kabupaten Toba pada tahap ini, setelah sehari sebelumnya menyasar wilayah Habinsaran dan Borbor.
Di sela-sela penyerahan, Rapidin tak sekadar menyerahkan dokumen bantuan. Ia menyempatkan diri berbincang dengan para orang tua dan memberi semangat kepada para pelajar agar tetap melanjutkan pendidikan di tengah berbagai keterbatasan ekonomi.
"Semoga bantuan ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk mendukung pendidikan anak-anak kita," kata Rapidin.
Ia mengatakan, beasiswa tersebut merupakan hasil perjuangan melalui koordinasi lintas komisi bersama Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI.
Meski tidak bertugas di komisi yang membidangi pendidikan, ia mengaku terus berupaya membuka ruang agar semakin banyak pelajar di Sumatera Utara memperoleh bantuan serupa.
Rapidin juga menegaskan akan terus memperjuangkan penambahan kuota beasiswa pada masa mendatang.
Dalam kesempatan itu, ia kembali menyinggung pentingnya efektivitas penggunaan anggaran negara, termasuk memberikan pandangannya mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, kebijakan tersebut perlu dievaluasi agar manfaat anggaran benar-benar dirasakan keluarga yang membutuhkan.
"Ke depan akan terus kita upayakan penambahan kuota beasiswa dan tetap saya perjuangkan melalui lintas komisi bersama Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI," ujarnya.
Usai kegiatan di Balige, perjalanan kembali berlanjut. Rombongan menuju Aula Kantor Camat Porsea untuk menyerahkan beasiswa kepada pelajar dari Kecamatan Porsea, Lumbanjulu, Ajibata, dan Uluan.
Rangkaian kegiatan berlangsung tanpa jeda, seolah menegaskan bahwa perjalanan panjang itu bukan sekadar agenda seremonial, melainkan upaya menjangkau keluarga-keluarga yang membutuhkan dukungan pendidikan.
Di Porsea, suasana haru kembali terlihat. Sejumlah orang tua mengaku bantuan tersebut memberi harapan di tengah meningkatnya biaya pendidikan.
Amora Simanjuntak, salah seorang orang tua penerima manfaat, mengatakan keluarganya telah beberapa kali merasakan program yang diperjuangkan kader PDI Perjuangan, mulai dari bantuan pendidikan hingga sektor pertanian.
"Di desa kami sudah pernah menerima benih jagung dan bantuan traktor. Sekarang anak kami mendapat beasiswa. Bantuan seperti ini benar-benar kami rasakan manfaatnya," katanya.
Ia berharap program bantuan bagi masyarakat, terutama di bidang pendidikan dan pertanian, dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak keluarga di pedesaan memperoleh kesempatan yang sama.(Jun-tribun-medan.com).