Misteri Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Periksa 12 Saksi dan Bukti CCTV
Muhamad Syarif Abdussalam July 26, 2026 01:11 PM

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Penyelidikan kasus kematian seorang petugas satuan pengamanan (satpam) objek vital Perum Jasa Tirta (PJT) II yang ditemukan tewas dengan kondisi tangan terborgol di tepi Danau Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, terus bergulir.

Hingga kini, polisi telah memeriksa sedikitnya 12 orang saksi serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV), namun penyebab pasti kematian korban masih belum terungkap.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Purwakarta juga telah melakukan serangkaian langkah penyelidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), visum, hingga autopsi terhadap jenazah korban.

Proses autopsi dilakukan oleh tim medis di Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung, pada Jumat sekitar pukul 18.00 WIB.

Setelah autopsi selesai, jenazah dipulangkan ke rumah duka dan telah dimakamkan oleh pihak keluarga.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengatakan penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti dan menggali keterangan dari para saksi.

"Hingga saat ini kami sudah memeriksa 12 orang saksi, baik dari warga maupun rekan kerja korban. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan, serta kami terus melakukan pengembangan untuk mengungkap peristiwa tersebut," kata Made saat dikonfirmasi Tribunjabar.id, Minggu (26/7/2026).

Selain memeriksa saksi, ia mengatakan, polisi juga telah menelusuri rekaman CCTV yang berada di kawasan Perum Jasa Tirta II, lokasi tempat korban bekerja.

Lebih lanjut ia menyebutkan, sejumlah barang bukti, termasuk telepon genggam milik korban, turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

"HP korban sudah kami amankan. Rekaman CCTV juga sudah kami periksa, namun hingga saat ini masih dilakukan pendalaman," ujarnya.

Meski berbagai upaya telah dilakukan, polisi mengakui belum dapat memastikan penyebab kematian korban maupun mengungkap pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Di sisi lain, beredarnya video yang disebut-sebut sebagai status terakhir korban di media sosial juga mendapat klarifikasi dari kepolisian. Made menegaskan video tersebut bukan diunggah oleh korban.

"Itu bukan status korban, melainkan milik rekannya," ucapnya.

Video yang beredar memperlihatkan dugaan aksi vandalisme di kawasan jalan tanggul yang diduga berada di sekitar lokasi penemuan jenazah, tepatnya di kawasan Tanggul Ubrug, Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta.

Dalam video tersebut terlihat sejumlah coretan di fasilitas umum, disertai suara seorang pria yang mengecam aksi vandalisme dan meminta agar lokasi tersebut segera dibersihkan.

Hingga kini, penyidik masih menunggu hasil lengkap autopsi dan terus mendalami seluruh barang bukti untuk mengungkap misteri di balik kematian satpam tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.