Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 9 Bandar Lampung genap berusia 50 tahun pada 2026. Memasuki usia emas tersebut, Kepala SMAN 9 Bandar Lampung Hayati Nufus mengajak para alumni untuk tidak melupakan almamater dan terus memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Baca juga: 8.000 Liter Air Bersih Mengalir ke Dua Desa di Kalianda, Damkarmat Lampung Selatan Turun Tangan
Hayati Nufus menyampaikan rasa haru dan bangganya atas perjalanan panjang sekolah yang dipimpinnya. Ia berharap para alumni tetap menjaga hubungan dengan sekolah yang menjadi tempat mereka menimba ilmu.
"Kami merasa haru dan bangga atas pencapaian usia emas sekolah ini. Kami berharap para alumni jangan lupa pulang ke SMAN 9 Bandar Lampung," kata Hayati Nufus, Minggu (26/7/2026).
Menurut Hayati, usia 50 tahun bukan sekadar penanda waktu, melainkan simbol perjalanan, prestasi, serta kontribusi nyata SMAN 9 Bandar Lampung dalam dunia pendidikan di Provinsi Lampung.
"Hari ini 50 tahun tentunya bukan sekadar angka. Kalau dianalogikan dengan emas, emas itu bersinar. Kilau emas akan terlihat ketika mampu memberikan manfaat," ujarnya.
Ia menegaskan, keberadaan SMAN 9 Bandar Lampung harus terus memberi warna positif melalui kiprah nyata bagi masyarakat.
"Emas yang berkilau bukan hanya tentang warna, tetapi bagaimana kita bisa mewarnai kehidupan melalui kontribusi dan karya nyata," kata Hayati.
Hayati menuturkan, selama lima dekade berdiri, SMAN 9 Bandar Lampung telah melewati berbagai proses panjang dalam membangun kualitas pendidikan, termasuk penguatan karakter dan akademik peserta didik.
"Komitmen dan keseriusan dalam menggembleng pendidikan karakter serta akademis telah membuahkan hasil nyata," ujarnya.
Menurutnya, para alumni SMAN 9 Bandar Lampung kini telah tersebar di berbagai bidang kehidupan. Keberhasilan mereka menjadi bagian dari perjalanan sekolah dan diharapkan dapat terus membawa manfaat.
"Ini adalah rumah bersama. Di mana pun kakak-kakak alumni berada, saya berharap tetap ingat untuk pulang," kata Hayati.
Ia menjelaskan, masa tiga tahun selama menempuh pendidikan di bangku SMA menjadi fondasi penting bagi para siswa sebelum terjun ke masyarakat.
"Sekolah selama tiga tahun mempersiapkan anak-anak agar ketika dilepas nanti dapat menjadi pribadi yang bermanfaat di tengah masyarakat," ujarnya.
Hayati menambahkan, pendidikan karakter dan ilmu yang diperoleh selama berada di sekolah menjadi bekal penting bagi peserta didik dalam menghadapi masa depan.
"Seperti kita ketahui, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Dengan proses panjang pendidikan karakter dan ilmu yang didapatkan, semoga menjadi bekal untuk kehidupan ke depan," katanya.
Hayati juga mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung suksesnya perayaan ulang tahun emas SMAN 9 Bandar Lampung, mulai dari panitia siswa, dewan guru, komite sekolah, pengurus alumni, hingga para orang tua murid.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)