TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman optimistis, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata tahun 2026 bakal tercapai.
Keyakinan ini menguat setelah realisasi semester I di tahun ini cukup positif dengan mendulang Rp203,98 miliar atau melampaui separuh dari total target tahunan.
Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kabupaten Sleman, Kus Endarto, mengatakan capaian PAD sektor pariwisata tersebut berhasil meraup 52,68 persen dari total target PAD pariwisata tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp387,20 miliar.
Dengan realisasi ini, sektor pariwisata menyumbang sebesar 24,60 persen terhadap total PAD Kabupaten Sleman secara keseluruhan pada periode yang sama.
Ia optimis target tahun ini, bila mengacu pada target awal bakal sanggup tercapai.
"Bila mengacu pada target awal, InsyaAllah tercapai. Tapi biasanya kan akan ada perubahan target PAD pada perubahan anggaran nantinya," ujar Kus Endarto, Minggu (26/7/2026).
Mengenai perubahan target PAD pada perubahan anggaran, ia menyarankan bertanya ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman terus berupaya maksimal untuk mengamankan target baru yang nantinya ditetapkan apabila terjadi penyesuaian anggaran.
Jika melihat data, berdasarkan tren bulanan, penerimaan tertinggi pada Semester I 2026 tercatat pada bulan Januari sebesar Rp45,63 miliar, yang kemudian kembali mengalami peningkatan signifikan pada bulan Juni sebesar Rp37,33 miliar.
Pola musiman ini dinilai sangat dipengaruhi oleh momentum libur akhir tahun serta libur sekolah.
Baca juga: Perselisihan Konsultan Perhotelan Asal Sleman dengan Elsotel Berakhir Damai
Penerimaan PAD pariwisata Sleman pada semester I 2026 didominasi oleh tiga sumber utama yaitu pajak restoran yang membukukan angka Rp100,89 miliar atau setara 49,46 persen.
Disusul pajak jasa perhotelan Rp75,38 miliar (36,86 % ) dan pajak hiburan Rp15,32 miliar (7,51 % ).
Penerimaan selanjutnya dari retribusi daerah sebesar Rp2,87 miliar atau 1,41 % .
Penerimaan lain-lain dari PAD yang sah Rp0,59 miliar.
Jika dibandingkan secara Year-on-Year (YoY) dengan semester I tahun 2025 yang mencatatkan angka Rp190,17 miliar, kinerja PAD pariwisata semester I tahun ini mengalami pertumbuhan positif sebesar 107,26 % .
Kus Endarto menilai kehadiran event-event berskala nasional maupun internasional memegang peranan yang sangat penting.
Hal ini untuk menjaga tren PAD agar tetap positif hingga akhir tahun, sekaligus mengejar sisa target sebesar Rp183,22 miliar.
"Potensi yang paling bisa mendongkrak realisasi target adalah adanya event skala nasional atau internasional. Karena dari kedua jenis event tersebut, pendapatan hotel dan restoran bisa bertambah, yang artinya akan menambah penerimaan dari sisi pajak," ujar dia.(*)