PBVSI Medan Berlakukan Promosi dan Degradasi Atlet Jelang Porprovsu 2026, Bidik Emas Voli Putri
Ayu Prasandi July 26, 2026 03:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kota Medan terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) XII Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.

Selain membentuk komposisi tim terbaik, PBVSI Medan juga akan melakukan promosi dan degradasi atlet usai pelaksanaan tes fisik dan kesehatan yang digelar KONI Kota Medan.

Sekretaris Umum PBVSI Kota Medan, Ardiansyah ST, mengatakan pembentukan tim masih terus berjalan karena pihaknya ingin memastikan atlet yang diberangkatkan benar-benar berada dalam kondisi terbaik, baik dari sisi fisik, teknik, maupun mental.

"Setelah mengikuti tes fisik dan kesehatan dari KONI Medan, kami masih akan melakukan seleksi lagi pada pekan depan. Akan ada promosi dan degradasi untuk mencari atlet-atlet terbaik yang akan memperkuat Kota Medan di Porprovsu," ujar Ardiansyah kepada Tribun Medan. 

Ia menjelaskan, pada Porprovsu 2026 cabang olahraga bola voli akan mempertandingkan dua kategori, yakni voli indoor dan voli pantai.

Untuk pertama kalinya, nomor voli pantai resmi dipertandingkan di ajang Porprovsu, mengikuti perkembangan cabang olahraga tersebut yang sebelumnya sudah diperlombakan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 dan juga akan menjadi bagian dari PON 2028 mendatang.

Menurut Ardiansyah, PBVSI Medan telah menyiapkan komposisi awal atlet yang terdiri dari 12 atlet voli indoor putri dan 10 atlet voli indoor putra. Sementara untuk nomor voli pantai, Medan akan menurunkan masing-masing satu pasangan putra dan satu pasangan putri.

Meski demikian, jumlah tersebut belum bersifat final karena proses seleksi masih terus berlangsung.

"Dari hasil kejuaraan-kejuaraan yang telah kami ikuti sebelumnya, kami masih melihat ada beberapa atlet potensial yang layak dipanggil. Karena itu seleksi tetap dilakukan agar tim yang dibentuk benar-benar kompetitif," katanya.

Untuk target prestasi, PBVSI Medan memasang ambisi tinggi, khususnya pada sektor putri. Ardiansyah optimistis tim voli indoor putri mampu kembali meraih medali emas sekaligus mencatatkan sejarah dengan mempertahankan gelar juara lima kali secara beruntun.

Selain itu, nomor voli pantai putri juga diproyeksikan menjadi penyumbang medali emas.

Optimisme tersebut didukung keberadaan sejumlah atlet berpengalaman, termasuk mantan atlet PON yang masih memenuhi syarat tampil di Porprovsu.

"Kami menargetkan medali emas untuk voli pantai putri karena masih ada atlet eks PON yang bisa memperkuat tim. Untuk voli indoor putri juga targetnya emas dan kami ingin mencetak sejarah dengan mempertahankan lima kali berturut-turut medali emas," ungkapnya.

Berbeda dengan sektor putri, PBVSI Medan memilih bersikap realistis terhadap tim voli indoor putra. Pasalnya, skuad putra kali ini lebih banyak dihuni atlet-atlet muda sebagai bagian dari proses regenerasi.

Menurut Ardiansyah, sebagian besar pemain yang dipersiapkan merupakan kelahiran 2008 hingga 2010. Mereka diproyeksikan tidak hanya untuk Porprovsu 2026, tetapi juga menjadi fondasi tim Kota Medan menuju Porprovsu berikutnya pada 2030.

"Untuk putra kami realistis. Kami banyak menurunkan atlet muda sebagai regenerasi. Persiapan sudah dilakukan semaksimal mungkin, tetapi kami juga melihat kekuatan daerah lain cukup merata. Pembinaan jangka panjang juga menjadi tujuan kami," jelasnya. 

Pada nomor voli pantai, Ardiansyah mengakui Medan masih menghadapi keterbatasan sarana latihan. Hingga saat ini hanya terdapat satu hingga dua lapangan pasir yang bisa dimanfaatkan untuk latihan secara rutin.

Akibat keterbatasan tersebut, program latihan lebih banyak difokuskan pada peningkatan kondisi fisik dengan porsi sekitar 80 persen, sedangkan latihan teknik di lapangan pasir baru sekitar 20 persen.

"Untuk voli pantai memang kendala utama kami adalah minimnya lapangan. Saat ini porsi latihan lebih banyak fisik, sekitar 80 persen, sedangkan teknik di pasir sekitar 20 persen. Kami berharap atlet bisa cepat beradaptasi karena mereka sudah memiliki pengalaman berlatih di lapangan pasir," katanya.

Menghadapi persaingan di Porprovsu, Ardiansyah menilai Kabupaten Asahan akan menjadi lawan terberat bagi tim voli indoor putri Kota Medan. Sementara pada nomor voli pantai putri, pesaing yang patut diwaspadai adalah Kota Pematangsiantar.

Menurutnya, kekuatan Kabupaten Asahan terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada Porprovsu sebelumnya, Medan memang berhasil menang dengan skor 3-1, namun pertandingan berlangsung cukup ketat.

"Kalau voli indoor putri, pesaing utama kami adalah Kabupaten Asahan. Mereka perkembangannya sangat pesat.

Sedangkan di voli pantai putri kami melihat Pematangsiantar juga cukup kuat. Untuk putra, persaingan lebih merata hampir di seluruh kabupaten dan kota," ujarnya.

Ardiansyah berpesan kepada seluruh atlet agar menjadikan hasil tes fisik dan kesehatan sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri.

Menurutnya, selain kemampuan teknik dan kondisi fisik, mental bertanding menjadi faktor utama yang menentukan prestasi atlet.

"Kami berharap seluruh atlet terus meningkatkan kualitas, baik fisik, disiplin maupun mental. Mental itu menjadi faktor utama agar atlet mampu tampil maksimal dan meraih prestasi untuk Kota Medan di Porprovsu 2026," pungkasnya. 

(Cr29/tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.