Sekuriti Bundaran HI Viral Usai Cekcok dengan Alphard, KDM Tawarkan Kerja Jadi Satpam Gedung Sate
Talitha Daren July 26, 2026 03:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Nama Fiktor Harefa menjadi sorotan publik setelah terlibat cekcok dengan pengemudi dan penumpang mobil Alphard di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Satpam yang bertugas di proyek pembangunan MRT itu menuai banyak dukungan dari warganet karena dinilai berani menegur pengendara yang menerobos lampu lalu lintas penyeberangan.

Perhatian publik semakin besar setelah Fiktor mengaku mendapat intimidasi hingga diminta bersujud saat proses mediasi pertama di Pos Polisi Bundaran HI.

Kisah tersebut memicu simpati luas dan mendorong berbagai pihak ikut memberikan dukungan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno disebut turut memantau perkembangan kasus yang menimpa Fiktor.

Pramono bahkan menegaskan bahwa satpam tersebut hanya menjalankan tugasnya dengan menegur pengendara yang melanggar aturan lalu lintas.

Di tengah derasnya dukungan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga ikut menunjukkan kepeduliannya.

Melalui unggahan di media sosial pada Sabtu (25/7/2026), Dedi menawarkan Fiktor kesempatan untuk bekerja sebagai petugas keamanan di Gedung Sate, kantor Gubernur Jawa Barat.

Tawaran itu pun semakin menambah perhatian publik terhadap kasus yang menimpa Fiktor Harefa.

Baca juga: Fiktor Satpam yang Diintimidasi Pengemudi Alphard Pindah ke Bandung, KDM Siapkan Tempat Istimewa

Minta Jangan Dipecat

Kasus yang dialami Fiktor ini turut dipantau oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung-Rano Karno.

Pramono Anung pasang badan lantaran saat kejadian satpam tersebut hanya menjalankan tugas dengan menegur pengemudi yang melanggar aturan lalu lintas.

Atas dasar itu, Pramono meminta agar Fiktor tak dipecat dari pekerjaannya.

“Untuk nasib satpam, saya meminta untuk tidak dipecat atau diberhentikan. Bahkan yang bersangkutan sebenarnya malah menjalankan tugas dengan baik sekali,” ucapnya di Balai Kota Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Orang nomor satu di Jakarta ini pun mengaku sudah beberapa kali melihat rekaman CCTV di lokasi kejadian dan menilai tindakan satpam itu sudah sesuai tugasnya.

Menurutnya, petugas itu tidak pantas menerima sanksi karena telah menjalankan kewajibannya di lapangan.

“Jadi untuk satpamnya, sekali lagi saya minta untuk tidak dipecat dan tetap dipekerjakan seperti biasa karena satpam inilah yang menjalankan tugasnya,” ujarnya.

Baca juga: Fiktor Satpam yang Diintimidasi Pengemudi Alphard Pindah ke Bandung, KDM Siapkan Tempat Istimewa

PENGEMUDI ALPHARD VIRAL - Tiga anggota kepolisian di Polda Jabar menandatangani surat kesepakatan damai dengan satpam di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Fiktor Harefa dalam mediasi di Mapolsek Metro Menteng, Jumat (24/7/2026). (Threads Fiktor Harefa)

Dedi Mulyadi Tawarkan Pekerjaan

Sementata itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menawarkan langsung kepada Fiktor untuk bekerja sebagai satpam di Gedung Sate yang merupakan kantor Gubernur Jabar.

Hal itu diketahui dari postingan di media sosial Dedi Mulyadi pada Sabtu (25/7/2026).

"Bertemu Bang Fiktor, satpam yang kemarin ramai di Bundaran HI. Beliau berniat pindah kerja di Bandung saja," tulis keterangan postingan Dedi Mulyadi dikutip Sabtu (25/7/2026).

Bukan tanpa alasan Dedi Mulyadi menawarkan pekerjaan kepada Fiktor kendati yang bersangkutan saat ini masih bekerja sebagai satpam di proyek MRT Bundaran HI.

Baca juga: Polisi Pengendara Alphard Disentil Wagub DKI: Pelican Crossing Dibuat Dipatuhi, Bukan Diterobos

SECURITY VIRAL - Petugas keamanan (satpam) yang terlibat cekcok dengan pengemudi Toyota Alphard di kawasan pelican crossing Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, tidak diberhentikan dari pekerjaannya atau dipecat.
SECURITY VIRAL - Petugas keamanan (satpam) yang terlibat cekcok dengan pengemudi Toyota Alphard di kawasan pelican crossing Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, tidak diberhentikan dari pekerjaannya atau dipecat. (Kolase TribunTrends/Istimewa)

Warga Bandung

Pasalnya, Fiktor diketahui merupakan warga Bandung meskipun berasal dari Nias, Sumatera Utara.

"Tinggal di Pasteur. Dan sengaja ketemu saya hari ini untuk pindah kerja sebagai security.

Jadi insya allah nanti rencananya pindah kerja sebagai security di Jakarta menjadi security di Bandung," kata Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi mengatakan, nantinya Fiktor akan bekerja sebagai satpam di sekitar Gedung Sate yang saat ini sedang ada proyek penataan halaman Gedung Sate.

Dedi Mulyadi juga meyakini jajaran Polda Jawa Barat akan bersikap tegas pada tiga anggotanya yang melakukan pelanggaran di Bundaran HI.

"Kita juga semua sama-sama saling menghargai tugas kita masing-masing," kata Dedi Mulyadi.

(TribunTrends.com/TribunJakarta.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.