TRIBUNTRENDS.COM - Kuitansi pembayaran operasi plastik senilai Rp67,7 juta milik Dhea Adita Aprilia menjadi sorotan setelah beredar luas di media sosial.
Bersama kuitansi tersebut, turut tersebar foto-foto yang menampilkan perhiasan, tas mewah, hingga kotak belanja barang bermerek.
Dhea diketahui merupakan menantu Syaifudin Basuni, anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah periode 2024–2029 dari Fraksi Golkar.
Syaifudin pun membenarkan hubungan keluarga tersebut, tetapi mengaku terkejut karena namanya ikut dikaitkan dalam viralnya unggahan lama itu.
Menurutnya, ia segera meminta klarifikasi kepada Dhea begitu foto-foto tersebut kembali ramai diperbincangkan.
Dari penjelasan sang menantu, seluruh unggahan yang kini viral sebenarnya dibuat pada 2022 dan 2023.
Syaifudin juga menegaskan bahwa putra dan menantunya sudah tidak lagi tinggal serumah dengannya karena telah memiliki rumah tangga dan usaha sendiri.
Ia menyebut pasangan tersebut telah mandiri secara finansial dan mengelola bisnis mereka tanpa bergantung kepadanya.
Karena itu, Syaifudin heran mengapa unggahan lama tersebut kembali dimunculkan dan dikaitkan dengan dirinya.
Ia pun menduga ada pihak tertentu yang sengaja mengangkat kembali foto-foto lama itu untuk menyudutkan namanya.
Baca juga: Sosok Dea Arranoya, Dokter Hewan Anak Nevirizal Pejabat Gayo Lues, Menyesal Flexing : Saya Terpuruk
Dari penuturan Dhea, foto-foto barang bermerek dan bukti transaksi tersebut diunggah pada tahun 2022 dan 2023.
"Sudah saya tanya ke menantu saya. Itu kan postingan-postingan tahun 2023, 2022, sudah lama itu. Kok tiba-tiba muncul seperti itu lagi," ujarnya.
Syaifudin menerangkan bahwa putra dan menantunya sudah tidak tinggal bersamanya.
Pasangan tersebut telah memisahkan kartu keluarga dan mengelola usaha sendiri untuk membiayai rumah tangga mereka.
"Dan mereka sudah punya usaha sendiri, sudah rumah tangga sendirilah. Saya juga kaget. Itu foto lama kok tiba-tiba di-upload lagi," kata Syaifudin.
Ia meyakini ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memunculkan kembali foto lama tahun 2023 atau 2024 itu untuk menyudutkan dirinya.
"Kalau itu sudah pasti, ada yang membenturkan nama saya. Saya gak ngerti apa-apa, tapi tiba-tiba ya begitu," ucapnya.
Syaifudin mempertanyakan alasan unggahan masa lalu itu baru dipermasalahkan saat ini.
"Itu foto lama semua. Tahun 2023 atau 2024. Sudah lama dipostingan, kok tiba-tiba sekarang digoreng. Kalau memang dipersoalkan, kenapa gak dari awal waktu dia upload? Ini kan sudah beberapa tahun yang lalu, baru dimunculkan sekarang," lanjut dia.
Mengenai tujuan pengunggahan foto-foto itu pada masa lalu, Syaifudin menilai hal tersebut hanya kebiasaan biasa di media sosial.
"Gak ada. Dulu ya sekadar pasang-pasang saja. Namanya juga perempuan, biasalah posting. Saya juga gak paham tujuannya apa," ungkapnya.
Baca juga: Emang Aku Sejelek Itu Ya? Rossa Tak Percaya Diri Usai Dibully Netizen Soal Isu Operasi Plastik
Beredarnya foto flexing keluarga pejabat di media sosial ini pernah terjadi di Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
Kasus di Aceh tersebut menyeret Dea Arranoya, anak dari mantan Asisten I Sekretariat Daerah Gayo Lues, dr H Nevirizal.
Dampak dari peristiwa tersebut membuat Nevirizal memilih mengundurkan diri dari jabatannya
Bupati Gayo Lues, Suhaidi, menyampaikan langkah pengunduran diri yang diambil Nevirizal sebagai bentuk tanggung jawab.
"Dari sikap orangtua yang bersangkutan yang mengundurkan diri, tentu ini kami apresiasi," kata Suhaidi.
Meskipun yang bersangkutan telah mundur, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues tetap melanjutkan proses investigasi etik.
Baca juga: Bukan Operasi Plastik, Inilah Alasan Baim Wong Permak Tubuh di Korea Selatan dengan Biaya Fantastis
Pemkab Gayo Lues membentuk tim khusus yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah untuk mendalami unggahan sang anak.
Unggahan yang didalami tim antara lain foto persediaan bahan bakar minyak (BBM) di area rumah Nevirizal.
Suhaidi menjelaskan bahwa foto BBM itu merupakan dokumentasi lama saat kondisi darurat, ketika pemkab belum mempunyai gudang penyimpanan resmi dari luar daerah.
"Itu sebenarnya foto sudah lama, saya tahu juga itu. Jadi itu BBM waktu darurat kemarin, kita tidak punya gudang penyimpanan dari luar daerah saat itu, jadi dititiplah ke rumah beliau (Nevirizal). Jadi saya bingung, kenapa foto itu diposting sama anak yang bersangkutan," jelas Suhaidi.
Proses pemeriksaan dugaan pelanggaran etik bagi aparatur sipil negara tetap dijalankan sesuai regulasi.
"Tentu sesuai aturan, ASN ada tim yang akan mendalami kasus etik, diketuai oleh Sekda Gayo Lues. Tim itu saat ini sedang bekerja," katanya.
(TribunTrends.com/TribunnewsBogor.com)