Pria di Kediri Tega Bacok Ibu & Anak, Berawal dari Perselisihan Lahan dan Tuduhan Guna-guna
Laksmi Anindita July 26, 2026 03:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Perselisihan berkepanjangan yang diduga dipicu persoalan rencana pembangunan saluran air dan tuduhan guna-guna berujung pada dugaan penganiayaan terhadap seorang ibu dan anak di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Nglangu, Desa Puhsarang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Sabtu (25/7/2026).

Dua perempuan menjadi korban dalam insiden tersebut. Korban berinisial S (45) mengalami luka di bagian kepala, sedangkan putrinya, N (17), mengalami luka di tangan saat berusaha menyelamatkan diri.

Terduga pelaku berinisial MY (37), warga Desa Pagung, Kecamatan Semen. Setelah kejadian, MY diamankan warga bersama perangkat desa sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian.

Kanit Reskrim Polsek Semen, Aiptu Fredy Kurnia, mengatakan berdasarkan penyelidikan awal, peristiwa tersebut diduga dipicu perselisihan yang telah berlangsung sebelumnya.

Perselisihan itu bermula ketika W (50), suami S sekaligus ayah N, berencana membuat saluran air dan jalan yang melintasi sisi rumah terduga pelaku hingga berada di sekitar pondasi bangunan.

Terduga pelaku kemudian mempersoalkan rencana tersebut karena khawatir berdampak terhadap rumahnya.

Situasi disebut semakin memanas setelah terduga pelaku mencurigai kondisi anaknya yang masih berusia 14 bulan. Anak tersebut disebut sering menangis dan terduga pelaku kemudian mengaitkannya dengan tuduhan praktik guna-guna yang diarahkan kepada W.

Menurut keterangan polisi, terduga pelaku kemudian mendatangi rumah W. Saat terjadi adu mulut, S berusaha membela suaminya. Meski sempat dilerai, situasi disebut kembali memanas.

Terduga pelaku kemudian pulang ke rumah dan mengambil sebilah sabit. Saat kembali ke lokasi, W disebut sudah tidak berada di rumah.

Polisi menduga terduga pelaku kemudian melakukan penganiayaan terhadap S dan N. Kedua korban selanjutnya mendapat pertolongan warga dan dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis.

Warga bersama perangkat desa kemudian mengamankan terduga pelaku sebelum menyerahkannya kepada kepolisian.

Polisi kini masih melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku dan sejumlah saksi untuk mengungkap secara lengkap motif serta kronologi kejadian.

Dalam penyelidikan, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk sebilah sabit yang disebut memiliki bercak darah, pakaian korban, sampel darah, serta hasil visum.

Pihak kepolisian memastikan proses hukum masih berjalan. Penyidik juga terus melengkapi alat bukti dan meminta keterangan para saksi terkait insiden tersebut.

Polisi mengimbau masyarakat agar menyelesaikan setiap perselisihan melalui cara yang baik dan tidak menggunakan kekerasan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.