Laris Manis di Kemarau Pedagang Es Buah di Mamuju Tengah Raup Cuan Rp300 Ribu per Hari
Ilham Mulyawan July 26, 2026 03:47 PM

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Cuaca panas akibat memasuki musim kemarau di Kabupaten Mamuju Tengah menjadi berkah bagi pedagang minuman dingin hingga es buah

Omzetnya melonjak drastis hingga tiga kali lipat.

Baca juga: Polisi Gigit Jari Penggerebekan Sabung Ayam di Tapalang Mamuju Diduga Bocor

Baca juga: Tragedi Jembatan Sempit di Tommo Mamuju Pasutri Meninggal Usai Tabrak Truk

Herman, pedagang es buah keliling, merasakan langsung dampak positif dari musim kemarau. 

Pria paruh baya yang sudah berjualan es buah selama enam tahun ini mengaku pendapatannya meroket signifikan seiring meningkatnya permintaan masyarakat yang haus akan kesegaran di tengah panas menyengat.

"Hari biasa itu paling laku 10-15 gelas, pendapatan di bawah Rp100 ribu. Sekarang, alhamdulillah, bisa tembus Rp300 ribu per hari," ujar Herman dengan wajah sumringah saat ditemui di gerobaknya, Minggu (26/7/2026).

Dengan harga bervariasi mulai dari Rp5 ribu untuk ukuran kecil, Rp7 ribu untuk ukuran sedang, dan Rp10 ribu untuk ukuran jumbo dengan tambahan topping susu kental manis, Herman mampu menjual hingga 50-60 gelas per hari. 

Pembeli pun datang silih berganti, mulai dari anak-anak, pegawai kantoran, hingga supir angkutan yang berhenti sejenak untuk melepas dahaga.

"Yang paling laris itu ukuran sedang, harga Rp7 ribu," bebernya. 

Isiannya lengkap, ada pepaya, melon, alpukat, nangka, dan semangka.

Tak hanya Herman, pedagang es buah lainnya di sejumlah titik seperti di sekitar Alun-Alun KTM dan kawasan perkantoran juga merasakan hal serupa.

Para pelanggan mengaku es buah menjadi pilihan utama untuk mengatasi udara panas yang terik.

"Cuaca begini, es buah solusi paling praktis. Murah, menyegarkan, dan sehat karena ada buahnya," ujar Rahma, seorang pembeli.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.