TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Kabupaten Ketapang mencatatkan jumlah titik panas (hotspot) terbanyak di Provinsi Kalimantan Barat. Berdasarkan pemantauan satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per Sabtu 25 Juli 2026, terdeteksi sebanyak 216 hotspot di wilayah ini.
Dari total tersebut, sebanyak 208 titik berada pada tingkat kepercayaan sedang (medium), 7 titik tingkat kepercayaan rendah, dan 1 titik masuk dalam tingkat kepercayaan tinggi.
Menanggapi lonjakan angka hotspot tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang, Yunifar Purwantoro, memastikan situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya hingga kini masih dalam kondisi terkendali.
"Alhamdulillah untuk saat ini, kondisi karhutla masih terkendali," ujar Yunifar saat dikonfirmasi TribunPontianak.co.id, Minggu 26 Juli 2026.
Yunifar menambahkan, sejauh ini belum ada sebaran api dari karhutla yang merambat hingga masuk ke kawasan permukiman penduduk.
• Asap Karhutla Mulai Selimuti Bandara Supadio, Angkasa Pura Pastikan Penerbangan Masih Normal
"Kalau untuk merambat ke permukiman alhamdulillah belum ada," tegasnya.
Kendati karhutla skala besar masih disekat, Yunifar mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh potensi kebakaran pemukiman akibat kelalaian kecil, khususnya kebiasaan membakar sampah tanpa pengawasan.
Menurutnya, beberapa insiden yang nyaris membakar rumah warga di Ketapang justru dipicu oleh pembakaran sampah yang ditinggalkan begitu saja hingga apinya membesar.
"Paling yang suka bakar sampah, apinya tidak terkendali, hampir membakar rumah kalau tidak cepat dipadamkan oleh tim," jelasnya.
BPBD Ketapang mengungkapkan bahwa tantangan utama petugas di lapangan saat ini adalah munculnya titik api baru hampir setiap hari.
Oleh karena itu, personel gabungan terus disiagakan untuk merespons cepat setiap laporan potensi kebakaran.
Masyarakat diimbau keras untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan pembakaran sembarangan mengingat kondisi cuaca yang sangat kering.
Apabila masyarakat menemukan kejadian karhutla atau potensi kebakaran di lingkungannya, BPBD Ketapang meminta warga untuk segera menghubungi saluran aduan darurat berikut:
Command Center BPBD TRC Damkar Ketapang: (0534) 31815
WhatsApp Rescue: 0852-4744-1113
Pusdalops BPBD Ketapang: 0852-5215-3025 (*)