TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Di balik musibah ada berkah, itulah yang dirasakan penyedia jasa penyeberangan di Kecamatan Kandis, Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Sudah enam bulan lebih jembatan penghubung desa di daerah itu ambruk.
Kondisi tersebut membuat akses antardesa, bahkan antarkecamatan menjadi terhambat.
Bagi para penyedia jasa perahu motor, hal ini menjadi peluang untuk mencari rezeki.
Sejumlah perahu motor siap melayani masyarakat yang ingin menyeberang, mengakses desa di Kecamatan Kandis.
Salah seorang penyedia jasa, Abdurrahman mengaku awalnya melayani para pelajar yang hendak menuju sekolah.
"Tapi sekarang ini semakin banyak orang perlu untuk menyeberang. Jadi mereka naik perahu motor," kata Abdurrahman kepada TribunSumsel.com dan Sripoku.com, Minggu (26/7/2026).
Rute penyeberangan yakni melayani akses antara Desa Lubuk Rukam dan Desa Muara Kumbang.
Kebanyakan para pengguna jasa penyeberangan tersebut adalah pengendara sepeda motor.
Untuk sekali menyeberang, masyarakat membayar Rp 10 ribu.
"Per orang kan Rp 5 ribu tarifnya. Kalau dia bawa sepeda motor, jadi Rp 10 ribu. Tapi kalau satu keluarga, ayah, ibu dan anak yang bawa sepeda motor, tetap Rp 10 ribu," tutur Abdurahman.
Pria 56 tahun ini mengaku mendapat berkah di balik musibah ambruknya jembatan di Kandis.
Dalam sehari, Abdurrahman mendapat pemasukan kotor hingga Rp 300 ribu.
"Kira-kira sebanyak itulah pendapatan per hari. Alhamdulillah," kata dia.
Penyedia jasa perahu motor lainnya, Suparna juga mengaku ketiban rezeki dalam melayani masyarakat yang hendak menyeberangi sungai.
Bahkan Suparna melayani penyeberangan hingga malam hari.
Menurutnya, aktivitas masyarakat maupun pengendara sepeda motor di Kecamatan Kandis nyaris tak putus dalam 24 jam.
"Perahu mulai jalan waktu pagi sampai terkadang pulang tengah malam. Alhamdulillah, orang merasa terbantu dan kami dapat berkahnya," ujar Suparna.
Baca juga: 2 Kali Ambruk, Pembangunan Jembatan Kandis Ogan Ilir Perlu Dana Rp30 M, Kini Akses Warga Putus Total
Baca juga: Jembatan di Kandis Sudah Dua Kali Ambruk, Pemkab Ogan Ilir Ajukan Pembangunan Konstruksi Beton
Jembatan penghubung Desa Lubuk Rukam dan Muara Kumbang di Kecamatan Kandis sudah dua kali ambruk.
Insiden pertama terjadi pada Kamis (22/1/2026) siang.
Penyebabnya karena tiang jembatan diterjang tumpukan rumput.
Setelah dibangun jembatan pengganti khusus sepeda motor, jembatan kembali ambruk pada Senin (16/2/2026).
"Penyebabnya sama, ambruk karena pondasi diterjang tumpukan rumput yang terbawa arus deras sungai," jelas Kepala Dinas PUPR Ogan Ilir H. Ruslan.
Pemkab Ogan Ilir mengajukan anggaran Rp30 miliar untuk pembangunan Jembatan Lubuk Rukam-Muara Kumbang.
Ruslan mengatakan, jembatan tersebut tak memungkinkan dibangun menggunakan APBD.
"Itu Rp 30 miliar baru sebatas usulan ke pemerintah pusat, Kementerian PU. Diharapkan dengan anggaran sebesar itu dapat dibangun jembatan beton, bukan jembatan plat besi," kata Ruslan.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com