TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang satpam pabrik di kawasan industri Cimareme, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dianiaya sejumlah preman. Peristiwa itu disebut terjadi karena Satpam bernama Atep (43) itu menegur sejumlah pria yang sedang pesta miras di depan pos tempat ia berjaga.
Detik-detik sejumlah pria mendatangi pos satpam hingga bertemu dengan Atep viral di media sosial. Dari video yang beredar, terlihat korban didatangi 3 orang pria.
Mereka kemudian terlibat cek cok hingga terjadi perkelahian. Tiga pria lain kemudian datang dan terlihat memisahkan keributan yang terjadi di lokasi.
Atep disebut mengalami luka sabetan benda tajam akibat keributan tersebut. Atep terlihat diamankan oleh dua orang untuk ke dalam area pabrik.
Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat membenarkan adanya peristiwa keributan yang terjadi antara satpam dan sejumlah pria di Ngamprah itu.
"Betul, ada penganiayaan yang dialami seorang security di Cimareme, itu kejadian Minggu dini hari lalu 19 Juli, baru viral kemarin, sudah ditangani Polsek Padalarang," kata Gofur saat dikonfirmasi, Minggu (26/7/2026).
Motif dari penganiayaan tersebut karena adanya teguran yang dilakukan korban terhadap sejumlah pria yang diduga tengah menenggak miras di warung depan pos satpam.
Tak terima dengan teguran tersebut, korban didatangi sejumlah pria hingga terjadi keributan. Gofur mengonfirmasi, korban mengalami luka di area muka, leher, dan kepala akibat sabetan pisau lipat.
"Iya korban luka, kena senjata tajam, cukup parah, sempat dibawa ke RS Kawaluyan terus dirujuk ke rumah sakit di Kota Bandung," ungkapnya.
Polisi telah mengamankan Ikbal Supriadi (26) pria yang melakukan penganiayaan dengan pisau terhadap korban.
"Sudah ditangkap, diamankan untuk diproses," ujarnya.