Bupati Blora Ingin Tempuran Waduk Fest 2026 Jadi Destinasi Wisata Internasional
rival al manaf July 26, 2026 05:11 PM

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Yayasan Peduli Seni Indonesia menyelenggarakan Tempuran Waduk Fest Tahun 2026, Di Desa Tempuran, Kecamatan Blora, Sabtu (25/7/2026). 

Tempuran Waduk Fest Tahun 2026 berlangsung selama dua hari 25-26 Juli 2026. Acara ini juga diselenggarakan setiap tahunnya dan sudah tahun ini merupakan kali kedua dalam penyelenggaraannya. 

Direktur Yayasan Peduli Seni Indonesia, Deby Subiyanti, menjelaskan acara Waduk Fest ini ke dua kalinya digelar. 

Baca juga: 6 Siswi SMKN 2 Blora Diduga Alami Pelecehan Seksual Saat PKL di Kab Semarang, Kepsek Minta Maaf

Baca juga: Sempat Dijanjikan Rp14,7 M, Anggaran Perbaikan Jalan Kunduran-Ngawen Blora Direvisi Jadi Rp2 M

"Tahun ini untuk kedua kalinya dan tentunya ini akan menjadi semangat untuk kami mengadakan waduk fest ke tiga kalinya tahun depannya," terangnya.

Menurutnya, kegiatan ini akan menjadi kegiatan tahunan.

"Terimakasih kehadiran bapak ibuk semua ini menjadi semangat. Kami harap waduk ini bisa menjadikan perhatian secara internasional, dan waduk fest ini bisa menjadikan destinasi baru," imbuhnya. 

Pada acara ini juga ada sejumlah rangkaian yang sangat menarik yang diantaranya keliling waduk tempuran, pagelaran seni kethoprak,nguleg fest, dialog budaya. 

Kepala Desa Tempuran, Keman, mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan Waduk Fest ini. Terlebih dengan Waduk Fest Tahun 2026 didukung oleh Diaspora dari Belanda. 

"Saya harap blora bisa di kenal di internasional lewat Waduk Fest Tahun 2026 ini, karena mbak Deby ini sangat semangat untuk membawa blora go internasional," paparnya.

Semantara itu, Bupati Blora Dr. Arief Rohman dalam sambutannya mengucapkan atas nama Pemerintah Kabupaten Blora saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Peduli Seni Indonesia, segenap panitia, Pemerintah Desa Tempuran, masyarakat, pelaku UMKM, komunitas, para sponsor serta seluruh pihak yeng telah bekerja keras menyelenggarakan Tempuran Waduk Fest Tahun 2026.

"Apresiasi juga saya sampaikan karena kegiatan ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Anak Nasional dan melibatkan anak-anak yang kelak akan mewarisi waduk dan festival ini," ucapnya. 

Menurutnya, Tema yang diangkat tahun ini sangat relevan dengan arah pembangunan Kabupaten Blora. “Melaju di Air” menggambarkan semangat untuk terus bergerak maju memanfaatkan potensi yang kita miliki. “Menari di Alam” mengandung makna bahwa pembangunan harus berjalan selaras dengan kelestarian alam dan lingkungan. Sedangkan “Menjaga Warisan” mengingatkan kita semua bahwa sejarah, budaya, dan tradisi merupakan identitas yang harus dijaga serta diwariskan kepada generasi penerus.

"Festival ini menjadi media yang efektif untuk mengenalkan kekayaan alam, budaya, sejarah, serta produk-produk unggulan daerah yang lahir dari kreativitas masyarakat Desa Tempuran," tuturnya. 

Mas Arief sapaan akrabnya, menjelaskan Potensi Desa Tempuran sesungguhnya memiliki peluang untuk dikenal lebih luas, bahkan hingga ke mancanegara. 

"Kita tahu bahwa banyak warga asli Blora yang kini menetap di berbagai negara, termasuk Mbak Deby yang tinggal di Belanda dan tetap merasa terhubung dengan Blora sehingga menginisiasi acara ini. Matur nuwun, Mbak Deby," imbuh Bupati. 

Keberadaan diaspora Blora diberbagai negara merupakan peluang untuk memperkenalkan Kabupaten Blora kepada dunia. Berbagai potensi wisata, budaya, produk UMKM, hingga ekonomi kreatif seperti festival nguleg sambel ini dapat dipromosikan sehingga semakin banyak wisatawan maupun investor yang mengenal dan tertarik datang ke Kabupaten Blora. 

"Hal ini tentunya sejalan dengan program Dolan Blora yaitu ekosistem pariwisata yang terus kita genjot untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.Kita juga ingin kolaborasi dengan dekranasda mengingat tempuran ini memiliki potensi luar biasa, tentunya kami sangat mendukung kegiatan ini dan semoga bisa menjadi agenda tahunan dengan kegiatan kegiatan yang semakin meriah," terangnya.

Keberadaan kegiatan Tempuran Waduk Fest merupakan langkah nyata dalam membangun desa dari potensi yang dimiliki masyarakatnya sendiri. 

"Saya berharap kegiatan seperti ini terus berkelanjutan dan berkembang positif, baik dari sisi kualitas penyelenggaraan, kreativitas atraksi, maupun dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat," tuturnya. 

Untuk itu diperlukan sinergi seluruh unsur pentahelix, yaitu pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, saya yakin Tempuran Waduk Fest akan tumbuh menjadi agenda wisata unggulan Kabupaten Blora. 

"Sehingga Desa Tempuran ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan destinasi wisata yang membanggakan Kabupaten Blora," paparnya.(Iqs)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.