TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – PSMS Medan tertinggal 0-1 dari juara bertahan Port FC hingga turun minum pada laga perdana Grup B Piala Presiden Elite 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (26/7/2026).
Sejak peluit kick-off dibunyikan, PSMS Medan langsung mendapat tekanan hebat dari wakil Thailand tersebut.
Port FC tampil dominan dengan menguasai jalannya pertandingan dan terus menggempur lini pertahanan Ayam Kinantan melalui serangan cepat dari kedua sisi lapangan.
Solidnya koordinasi lini belakang yang dikawal Angelo Maneses, Aziz Hutagalung, Samuel Simanjuntak, dan Rizdjar membuat sejumlah peluang Port FC mampu dipatahkan. Namun, derasnya tekanan membuat PSMS lebih banyak bertahan di garis pertahanan sendiri.
Port FC juga beberapa kali memperoleh peluang melalui situasi bola mati. Sepak pojok yang mereka ciptakan berulang kali mengancam gawang M. Natshir, meski belum mampu menghasilkan gol tambahan.
Di tengah tekanan lawan, PSMS sempat menciptakan peluang berbahaya. Berawal dari sepakan keras Sana Quide yang mampu ditepis kiper Port FC, Falkesgaard, bola muntah mengarah ke kaki Zaki Alim di dalam kotak penalti. Namun sebelum sempat melepaskan tembakan, pemain Port FC lebih dulu merebut bola dan langsung melancarkan serangan balik cepat.
Port FC akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-16 melalui Noboru. Gol berawal dari skema cutback yang mengarah kepada Noboru yang berdiri tanpa kawalan di depan kotak penalti. Tanpa kesulitan, ia melepaskan tendangan keras yang gagal dijangkau M. Natshir dan membawa Port FC unggul 1-0.
Dua menit berselang, Port FC nyaris menggandakan keunggulan. Serangan cepat dari sisi sayap diakhiri dengan umpan silang Suphanan ke arah Bruno. Beruntung, Aziz Hutagalung tampil sigap memotong aliran bola sebelum mampu disambar penyerang lawan.
PSMS berusaha merespons pada menit ke-20. M. Farhan mencoba peruntungan melalui tendangan keras kaki kanan dari luar kotak penalti. Meski mengarah tepat ke gawang, bola masih dapat diamankan dengan mudah oleh Falkesgaard.
Tekanan Port FC kembali berlanjut pada menit ke-22. Kali ini Bruno memperoleh ruang tembak di dalam kotak penalti setelah menerima umpan dari sisi kanan. Namun lagi-lagi Aziz Hutagalung menjadi penyelamat dengan melakukan blok krusial sehingga peluang emas tersebut gagal berbuah gol.
Port FC nyaris memperbesar keunggulan pada menit ke-26. Noboru hampir mencetak gol keduanya setelah menyambut umpan silang dengan sundulan keras. Beruntung, bola hanya membentur tiang gawang sehingga skor tetap bertahan 1-0.
Memasuki menit ke-40, PSMS memperoleh peluang pertama melalui situasi sepak pojok. Sayangnya kesempatan tersebut belum mampu dimaksimalkan menjadi gol penyeimbang.
Menjelang akhir babak pertama, permainan Ayam Kinantan mulai berkembang. Tim asuhan Eko Purdjianto tampil lebih berani keluar dari tekanan, mulai menguasai bola dan membangun serangan dengan lebih terbuka dibandingkan awal pertandingan.
Empat menit waktu tambahan diberikan wasit pada babak pertama ini. Meski PSMS berupaya mencari gol penyeimbang, hingga peluit babak pertama dibunyikan skor tetap bertahan 0-1 untuk keunggulan Port FC atas PSMS Medan.
(Cr29/tribun-medan.com)