TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Aksi Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) dengan modus menuduh tabrak lari, dialami oleh seorang pemuda di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan.
Aksi perampasan sepeda motor jenis Yamaha Nmax yang awalnya dikemudian korban, sempat terekam kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Aksi Curanmor modus tuduh tabrak lari ini, dialami oleh Rohim Usmal pria berusia 20 tahun warga Glugur Rimbun, Kecamatan Pancur Batu.
Berdasarkan pengakuan dari kakak Rohim, yakni Sofia menjelaskan aksi pencurian ini terjadi pada Sabtu (25/7/2026) kemarin di kawasan Tanjung Selamat.
"Semalam kejadiannya, di sekitar Tanjung Selamat," ujar Sofia, Minggu (26/7/2026).
Kata Sofia, sebelum kejadian itu awalnya adiknya hendak menjemput orangtuanya bekerja di kawasan Sikambing.
Namun, di tengah jalan Rohim dipepet oleh dua orang yang mengendarai satu unit sepeda motor.
"Di jalan adik saya dipepet sama dua orang. Satu kayak anak SMP gitu. Katanya adik mereka ditabrak. Kalau kata orang itu ciri-ciri yang menabrak mirip dengan adik saya," katanya.
Merasa tak melakukan, Rohim mengikuti arahan para pelaku dan diajak pelaku ke rumah mereka untuk memastikan bahwa Rohim bukan pelaku penabrak.
Namun, saat di tengah perjalanan kedua pelaku memanggil dua orang lagi yang merupakan kawanannya.
"Nah yang dua orang ini, salah satunya nepuk pundak adik saya. Di situ dia minta kunci kereta, dompet yang berisi STNK dan KTP, terus handphone juga diminta. Adik saya dibonceng salah satu pelaku," katanya.
Usai memberikan kunci sepeda motornya, selanjutnya korban dibonceng oleh salah satu pelaku sementara sepeda motornya dibawa pelaku lainnya.
Tak berselang lama, para pelaku langsung mengarahkan perjalanan ke kawasan Pajak Melati.
Di tengah perjalanan, para pelaku selanjutnya meminta Rohim untuk turun dan selanjutnya meninggalkan korban.
Dikatakan Sofia, usai diturunkan oleh para pelaku adiknya mengaku merasa linglung bahkan saat diajak komunikasi oleh warga sekitar adiknya itu seperti tak sadarkan diri.
Namun, saat itu adiknya mengaku hanya mengingat awan mendung dan tujuan awalnya hendak menjemput orangtuanya.
"Di situ dia baru sadar kalau kereta sama hp nya udah nggak ada," ungkapnya.
Usai sadar jika ia sudah jadi korban pencurian dengan teknik hipnotis, korban beserta keluarga langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Medan Tuntungan.
Namun, dirinya mengaku laporannya masih belum diterima karena harus melengkapi berkas kendaraannya yang masih dalam proses kredit di showroom.
Ia berharap, ke depan laporan mereka dapat segera diterima dan ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.
(mns/tribun-medan.com)