Sutrimo Tewas Mulut Berbusa, Kematian Pria Diduga Karumga Febrie Didalami Polisi
Noval Andriansyah July 26, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Pagi itu, Kamis (23/7/2026), menjadi momen terakhir suara Sutrimo terdengar di ujung telepon. Pria yang di media sosial ramai disebut-sebut sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) dari mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, tersebut sempat menghubungi kerabatnya sembari mengeluhkan rasa sakit yang tak tertahankan pada tubuhnya.

Baca juga: Kematian Sutrimo Diduga Karumga Febrie Ardiansyah Dinilai Tak Wajar, Polisi Turun Tangan

Namun, panggilan darurat itu berujung duka mendalam. Saat kerabat dan armada penolong bergegas menghampiri lokasi di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sutrimo sudah ditemukan dalam kondisi kritis dan tak sadarkan diri. Tragisnya, dari mulut dan hidung pria tersebut tampak keluar busa.

Harapan untuk menyelamatkan nyawa Sutrimo seketika sirna. Pria yang dikenal ramah oleh orang-orang terdekatnya itu mengembuskan napas terakhir dan dinyatakan meninggal dunia setibanya di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring.

Kepergian Sutrimo yang mendadak dan tak wajar ini sontak menyengat nurani publik, khususnya usai kabar duka tersebut meledak di media sosial lewat unggahan akun @kementerian_kurangajar.

Di balik riuh dugaan dan spekulasi mengenai status pekerjaannya, ada kepedihan mendalam dari keluarga yang kini kehilangan sosok tercinta secara misterius.

Merespons duka dan misteri kematian almarhum, tim gabungan Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan langsung bergerak mendalami penyebab pasti kematian Sutrimo.

Kepolisian berjanji akan mengusut kasus ini secara transparan demi memberikan keadilan dan kejelasan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Pendalaman Medis dan Riwayat Pemesanan Pertolongan

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa saat ini jajarannya masih bekerja keras mengumpulkan kepingan fakta. Pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kematian maupun memvalidasi status pekerjaan almarhum demi menjaga objektivitas penyelidikan.

"Terkait profesi korban serta penyebab kematiannya masih didalami. Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai prosedur untuk memperoleh fakta yang utuh," tegas Kombes Budi Hermanto pada Minggu (26/7/2026), dilansir Tribunnews.com.

Saat ini, tim penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum sedang merangkai kronologi detik-detik terakhir hidup Sutrimo.

Petugas mengumpulkan bahan keterangan dari pihak keluarga, pengemudi ambulans yang pertama kali menolong, petugas medis rumah sakit, hingga memeriksa rekam medis dan riwayat pemesanan armada penolong saat almarhum dalam kondisi kritis.

Simpati Kepolisian dan Imbauan untuk Publik

Di tengah penanganan kasus ini, Polda Metro Jaya menyampaikan simpati dan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya almarhum Sutrimo.

“Polda Metro Jaya menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Saudara Sutrimo, semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Kombes Budi.

Guna menjaga ketenangan keluarga almarhum di masa berduka, kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi liar maupun menyebarkan narasi yang belum terverifikasi kebenarannya di media sosial.

"Perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan lebih lanjut secara proporsional setelah diperoleh fakta yang dapat dipertanggungjawabkan," pungkas Budi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.