TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga mengatakan, sebanyak 104.426 siswa telah menerima manfaat sekolah gratis tingkat SMA/K/LB negeri di 10 kabupaten/kota.
Dikatakan Alexander, sekolah gratis ini hanya diperuntukkan untuk biaya pendidikan pengganti Sumbangan Pendidikan Pembinaan (SPP). Namun, kata Alexander, untuk pemberian seragam sekolah tidak masuk bagian.
"Jumlah siswa yang mendapat program sekolah gratis capai 104.426 siswa untuk 10 daerah kabupaten/kota termasuk daerah bencana. Alokasi dana program ini Rp 49,5 miliar untuk 293 sekolah negeri tingkat SMA/SMK/SLB," terangnya, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, program sekolah gratis ini untuk pengganti komponen yang selama ini dibuat dalam bentuk SPP.
"Jadi tidak sampai baju sekolah (gratis). PUBG ini untuk pengganti SPP. Jadi,komponen yang selama ini dibuat untuk SPP itu ditanggung provinsi," katanya.
Saat ini, lanjutnya, seluruh kepsek dari sekolah yang terlibat dalam program sekolah gratis sedang mengikuti bimtek.
Baca juga: MPLS 5 Hari Lagi dan Langsung Masuk Asrama, Sekolah Rakyat di Deli Serdang Belum Siap
"Jadi tiga hari ini kepsek lagi bimtek, agar implementasinya tepat. Karena, kita tidak ingin PUBG disalahgunakan," jelasnya.
Diterangkannya, seharusnya 10 kabupaten/kota yang ikut program sekolah gratis tidak ada lagi uang komite.
"Uang komite di kabupaten, seharusnga nggak ada lagi di 10 kabupaten/kota. Jadi gini, SPP itu boleh tapi dana pendidikan tidak boleh mengikat besarannya," ucapnya.
Dikatakannya, tahun depan ada 3 kabupaten yang akan mendapatkan program sekolah gratis.
"Tahun depan kita tambah sekolah gratis untuk Padang Lawas, Paluta, dan Padang Sidimpuan. Harusnya Tapteng, Sibolga tahun depan, tapi karena bencana dimajukan tahun ini," ucapnya.