Vale Percepat Proyek HPAL Rp32 Triliun, Perkuat Rantai Pasok Baterai EV
Choirul Arifin July 26, 2026 08:34 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Penguatan rantai pasok industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) nasional terus menjadi fokus pemerintah seiring upaya mempercepat hilirisasi mineral.

Di tengah meningkatnya kebutuhan bahan baku baterai global, pembangunan fasilitas pengolahan nikel berteknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) dinilai menjadi salah satu mata rantai penting untuk menghasilkan bahan baku baterai bernilai tambah tinggi di dalam negeri.

PT Vale Indonesia Tbk, anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, mencatat kemajuan pembangunan proyek HPAL Sambalagi di Morowali, Sulawesi Tengah.

Perseroan baru saja mendatangkan komponen utama autoclave yang menjadi bagian krusial dalam pembangunan fasilitas tersebut.

Fasilitas HPAL yang dibangun melalui tiga jalur produksi (Line A, B, dan C) itu ditargetkan mencapai first mechanical completion pada akhir 2026. Proyek tersebut merupakan bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali dengan nilai investasi sekitar US$2 miliar.

Pengamat tambang dan energi Ferdy Hasiman mengatakan pembangunan fasilitas HPAL kini bukan lagi sekadar opsi bagi perusahaan tambang nikel, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga daya saing di tengah berkembangnya industri kendaraan listrik.

Menurut dia, sebagian besar belanja modal perusahaan tambang saat ini mulai diarahkan ke pembangunan fasilitas HPAL karena teknologi tersebut menjadi fondasi dalam rantai pasok bahan baku baterai kendaraan listrik.

"Sebagian besar belanja modal (capex) perusahaan tambang saat ini memang diarahkan untuk pembangunan HPAL karena fasilitas ini akan menjadi tulang punggung ekosistem kendaraan listrik. Sejauh ini, MIND ID melalui Vale termasuk yang paling agresif mengembangkan proyek tersebut," ujar Ferdy.

Baca juga: Pabrik Baterai EV di IWIP Masuk Tahap Instalasi Mesin, Target Produksi 8 GWh per Tahun

Ia menilai percepatan investasi juga didukung oleh komitmen pemerintah dan Danantara Indonesia dalam mendorong hilirisasi mineral melalui dukungan pendanaan bagi proyek-proyek strategis.

Di sisi lain, menurut Ferdy, sejumlah perusahaan nikel swasta cenderung lebih berhati-hati dalam dua tahun terakhir, salah satunya dipengaruhi dinamika regulasi sektor pertambangan.

"Beberapa perusahaan nikel lain memang tidak terlalu agresif sejak dua tahun terakhir. Kemungkinan besar regulasi kita yang sering berubah-ubah," katanya.

Selain meningkatkan nilai tambah komoditas nikel, proyek HPAL Vale juga diarahkan untuk membangun rantai pasok industri baterai yang mengedepankan aspek keberlanjutan.

Baca juga: Danantara dan INA Bisa Sediakan Pembiayaan Jangka Panjang untuk Hilirisasi Nikel dan Baterai EV

Proyek tersebut melibatkan kemitraan strategis antara Indonesia, Korea Selatan, dan China dengan target penerapan standar lingkungan rendah karbon serta tata kelola sosial yang berkelanjutan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan proyek yang dikembangkan Vale tidak hanya menghadirkan fasilitas industri, tetapi juga membangun ekosistem hilirisasi yang terintegrasi.

"Proyek hilirisasi Vale menempatkan standar baru dalam kolaborasi internasional yang selaras dengan kepentingan nasional, yakni membangun kedaulatan sumber daya, membuka lapangan kerja, serta menciptakan nilai tambah tinggi yang mendukung agenda Net Zero Emissions," ujar Rosan.

Keberadaan proyek hilirisasi tersebut juga diharapkan memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah, khususnya di Kabupaten Morowali dan Provinsi Sulawesi Tengah, melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha lokal, hingga peningkatan aktivitas ekonomi.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Arniwaty Lamadjido mengatakan pengembangan kawasan industri perlu diikuti dengan pembangunan yang inklusif agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat sekitar.

"Kolaborasi yang memberi ruang bagi UMKM lokal serta keterbukaan terhadap fasilitas publik menjadi model pembangunan kawasan industri yang inklusif dan berkelanjutan bagi Sulawesi Tengah," ujarnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.