TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Makassar melantik jajaran ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di 15 kecamatan se-Kota Makassar di Hotel Karebosi Premiere, Minggu (26/7/2026).
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi internal partai untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Sejumlah legislator PKS turut menghadiri kegiatan itu, di antaranya anggota Fraksi PKS DPRD Makassar Andi Hadi Ibrahim Baso, Azwar Rasmi, Hartono, dan Adi Akbar. Hadir pula anggota Fraksi PKS DPRD Sulsel, Yeni Rahman.
Pada Pemilu 2024, PKS berhasil meraih enam kursi di DPRD Makassar dan menduduki posisi Wakil Ketua II DPRD Makassar untuk periode 2024-2029.
Ketua DPD PKS Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, mengatakan penguatan kepengurusan di tingkat kecamatan merupakan langkah strategis untuk menghadapi agenda politik sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, rotasi kepengurusan dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi agar kerja-kerja politik partai semakin efektif.
"PKS melihat bahwa kerja-kerja politik ke depan harus disusun secara rapi dengan fondasi yang kuat mulai dari tingkat akar rumput," kata Andi Hadi kepada Tribun-Timur.com.
Baca juga: Fraksi PKS DPRD Makassar Tantang Komisioner Baru Baznas
Ia menjelaskan, DPC memiliki peran strategis sebagai penghubung antara masyarakat, struktur partai, dan anggota legislatif.
Karena itu, pengurus di tingkat kecamatan diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam menyerap aspirasi warga, kemudian meneruskannya kepada anggota DPRD maupun struktur partai untuk ditindaklanjuti.
"Tantangan kita adalah bagaimana anggota dewan dapat terus berkhidmat kepada masyarakat, khususnya di Kota Makassar," ujarnya.
Andi Hadi menambahkan, para ketua DPC juga diharapkan mampu bersinergi dengan program-program pemerintah sehingga kehadiran PKS dapat memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia menilai, keberadaan pengurus di tingkat kecamatan akan mempercepat penyampaian aspirasi masyarakat kepada anggota dewan maupun instansi terkait.
"Ketua-ketua DPC memiliki peran penting untuk bersinergi dengan masyarakat dan menyampaikan berbagai persoalan kepada anggota dewan maupun struktur partai agar dapat diteruskan ke dinas terkait," katanya.
Baca juga: Babak Baru Demokrat Makassar di Bawah Nakhoda Andi Muzakkir Aqil
Sementara itu, anggota Fraksi PKS DPRD Sulsel, Yeni Rahman, menegaskan fokus partainya saat ini bukan lagi pada siapa yang baru atau lama menjabat, melainkan pada efektivitas kerja seluruh struktur organisasi.
"Kita tidak melihat lagi apakah dia baru dilantik atau sudah lama. Yang terpenting adalah apa yang akan kita kerjakan ke depan," ujarnya.
Menurut Yeni, penguatan organisasi akan dilakukan melalui perencanaan yang lebih terukur hingga tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) di setiap kelurahan.
Dengan pendekatan tersebut, strategi politik PKS di lapangan akan disusun berdasarkan data dan pemetaan wilayah, bukan semata-mata mengandalkan narasi.
"Kita tidak lagi bermain narasi, tetapi bekerja berdasarkan angka-angka dan data yang sudah dimiliki DPD," katanya.
Selain itu, Yeni mengusulkan pembentukan sekretariat bersama bagi sejumlah DPC sebagai upaya memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarpengurus.
Menurutnya, keberadaan sekretariat bersama akan membuat setiap DPC saling melengkapi dalam menjalankan program kerja dan pelayanan kepada masyarakat.
"Barangkali dengan sekretariat bersama antardapil, kekuatan kita akan semakin besar karena setiap DPC bisa saling melengkapi," tutupnya.(*)