SURYA.CO.ID, LAMONGAN – Ribuan anggota Aisyiyah dari berbagai Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) se-Kabupaten Lamongan, Jawa Timur memadati Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), Minggu (26/7/2026).
Peringatan semarak milad organisasi perempuan Muhammadiyah itu diwarnai suasana haru lantaran sang ketua tengah berduka usai sang suami berpulang ke Rahmatullah.
Rangkaian Tabligh Akbar pun tetap berjalan khidmat hingga akhir acara dengan dipenuhi semangat dakwah kader.
Baca juga: Warga Lamongan Perlu Tahu Kebijakan Baru Pembuatan SKCK, Simak Syarat dan Jam Layanannya
Peringatan milad kali ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena diselimuti duka mendalam bagi keluarga besar Aisyiyah.
Suasana Milad Aisyiyah di Lamongan kali ini diselimuti suasana berkabung.
Tablig Akbar dalam rangka Milad Aisyiyah ke-109 itu tanpa dihadiri Ketua PD Aisyiyah Lamongan, Diana Mufidati.
Meski tak bisa hadir secara langsung, pesan dan amanat tertulis darinya tetap disampaikan dengan penuh haru di hadapan ribuan peserta.
Dalam sambutan tertulis Ketua PD Aisyiyah Lamongan, Diana Mufidati yang dibacakan pengurus di hadapan ribuan peserta Milad dikatakan, beragam kegiatan dalam rangkaian Milad Aisyiyah ke-109 yang digelar Mei hingga Juli , semuanya mencerminkan program tidak sekedar tulisan, melainkan kiprah nyata di tengan umat.
Menurut Diana, itu sebagai wujud nyata bahwa Aisyiyah tidak pernah diam, namun bergerak dan menggerakkan umat, mensukseskan program pemerintah menuju masyarakat berkeadilan, punyah ghirah yang tinggi sebagai gerakan perempuan yang menjunjung nilai kemanusiaan.
Di akhir pesannya, ia menyisipkan permohonan doa yang mendalam kepada seluruh warga organisasi yang hadir.
Ia memohon doa pada peserta Milad, agar tetap bisa mendidik ke empat putra putrinya mengikuti jejak perjuangan dan kebaikan yang telah ditanamkan sang suami yang telah menghadapNya, tiga hari lalu, tepatnya Jumat (24/7/2026).
Baca juga: Hari Koperasi di Lamongan, Ada Mahasiswa Internasional dalam Fun Walk dan Bazar UMKM
Sebelum prosesi utama dimulai, riuh antusiasme peserta sudah menyemut di area luar gedung pertunjukan.
Rangkaian acara diawali dengan penampilan Drumband Jaya Pertiwi Aisyiyah Sendangagung, Kecamatan Paciran, di halaman depan Dome Umla.
Penampilan kelompok drumband yang seluruh personelnya merupakan anggota Aisyiyah itu menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta yang mulai memadati lokasi.
Sebanyak 55 personel di bawah pimpinan Titin Yuliana tampil penuh semangat meski cuaca di Lamongan cukup terik.
Mereka membawakan sejumlah lagu perjuangan dan kebangsaan, seperti Sang Surya, Bungo Jumpo, Panggilan Jihad, Mars Aisyiyah, hingga Maju Tak Gentar.
Penampilan itu disambut antusias para peserta dan tamu undangan.
Drumband yang dilakoni emak-emak itu juga menyambut kedatangan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan rombongam .
Suasana Tabligh Akbar berlangsung khidmat.
Peserta dari seluruh cabang dan ranting Aisyiyah mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Baca juga: Bupati Lamongan Promosikan Produk UMKM pada 162 Mahasiswa dari 43 Negara
Momentum perayaan usia lebih dari satu abad itu ditegaskan sebagai ajang memperkokoh barisan gerakan dakwah di daerah.
Melalui peringatan Milad ke-109 ini, PDA Lamongan menjadikannya sebagai momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menggelorakan kembali semangat dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan yang selama ini menjadi fokus gerakan Aisyiyah.
Selain itu, Tabligh Akbar juga menjadi ajang silaturahmi bagi anggota Aisyiyah se-Kabupaten Lamongan serta mempertegas komitmen organisasi dalam mendorong peran perempuan yang berkemajuan di berbagai bidang.