Sempat Jadi Primadona, Pantai Brumbun Tulungagung Kini Sepi dan Terlupakan Gegera Jalan Rusak
faridmukarrom July 26, 2026 09:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG – Pantai Brumbun di Desa Ngejo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, pernah menjadi salah satu ikon wisata andalan pada era 1990-an. Keindahan pantai yang diapit perbukitan itu bahkan sempat menghiasi sampul buku tulis hingga kalender sebagai materi promosi pariwisata Kabupaten Tulungagung.

Namun, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan keadaan saat ini. Di tengah rampungnya Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung yang telah terhubung 100 persen, Pantai Brumbun justru semakin sepi pengunjung dan seolah terlupakan.

Akses menuju Pantai Brumbun kini mengalami kerusakan cukup parah. Jalan beraspal yang dahulu menjadi kebanggaan kini hanya menyisakan bebatuan, sehingga menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Selain itu, kawasan hutan Perhutani yang dulu rimbun dan menjadi daya tarik perjalanan menuju pantai kini berubah menjadi lahan pertanian milik warga.

Baca juga: Kronologi Lengkap Rumah di Klampok Kota Blitar Terbakar Diduga Akibat Tungku Masak Lontong

Warga setempat, Ardian Aji Setiawan (36), menilai kondisi jalan menjadi salah satu penyebab utama menurunnya jumlah wisatawan.

"Mungkin wisatawan yang mau ke sini sudah malas duluan dengan kondisi jalannya yang rusak parah," ujar Ardian Aji Setiawan, Minggu (26/7/2026).

Pernah Jadi Primadona Wisata Tulungagung

Ardian mengaku masih sempat merasakan masa kejayaan Pantai Brumbun ketika kecil.

Saat musim liburan, pantai tersebut dipadati wisatawan yang ingin menikmati panorama laut dan perbukitan hijau.

Kala itu, pengunjung hanya dikenai tarif masuk sekitar Rp2.000 per sepeda motor melalui portal bambu sederhana.

 "Saat itu dapatnya uang bisa Rp 1 juta. Pengunjungnya benar-benar banyak," kenangnya.

Menurut Ardian, kemunduran Pantai Brumbun mulai terasa pada awal era Reformasi sekitar tahun 2000.

Ia mengingat maraknya pembalakan liar di kawasan hutan Tulungagung selatan menjadi salah satu penyebab berubahnya wajah kawasan tersebut.

"Pembalakan sampai ke hutan-hutan yang jauh di lereng yang menghadap laut. Kayunya diceburkan ke laut, lalu ditarik ke darat," tuturnya.

Saat itu akses menuju Pantai Brumbun lebih banyak digunakan sebagai jalur pengangkutan kayu hasil pembalakan liar daripada jalur wisata.

Sejak saat itu, jumlah wisatawan terus menurun dan belum pernah kembali seperti masa kejayaannya.

 "Saya masih ingat, tahun baru 2009 sampai 2010 masih ramai karena masih ada acara. Tapi setelah itu semakin sepi," jelas Ardian.

Kini Jadi Kampung Nelayan

Saat ini Pantai Brumbun berkembang menjadi kawasan permukiman nelayan.

Diperkirakan terdapat sekitar 60 hingga 80 rumah yang dihuni warga dengan mata pencaharian utama sebagai nelayan.

Selain melaut, masyarakat juga memanfaatkan lahan Perhutani untuk bercocok tanam, terutama jagung, pisang, dan alpukat.

"Sekarang sepi pengunjung. Kalau ada, kebanyakan ke Pantai Sawahan Ombo yang ada di sebelahnya," pungkas Ardian.

Seorang warga lain yang ditemui di sekitar lokasi juga menilai Pantai Brumbun mulai terabaikan sejak era Reformasi. Hingga kini, jalan menuju pantai belum tersentuh perbaikan berarti.

Masih Menyimpan Keindahan Alam

Meski mulai dilupakan, Pantai Brumbun dinilai masih memiliki panorama alam yang menarik.

Pengunjung, Samsul Hadi (40), mengatakan pantai tersebut memiliki pasir yang bersih dengan ombak yang relatif aman karena terlindungi perbukitan di kedua sisinya.

"Pantainya cukup bersih karena agak tersembunyi. Ombaknya cukup aman untuk bermain air," katanya.

Namun menurutnya, kerusakan akses jalan menjadi kendala utama yang membuat wisatawan enggan datang.

Padahal, posisi Pantai Brumbun sangat dekat dengan ruas  Jalur Lintas Selatan (JLS) Popoh–Sine yang kini menjadi salah satu jalur wisata favorit di Tulungagung.

Samsul meyakini apabila akses menuju pantai diperbaiki, Pantai Brumbun berpeluang kembali menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang melintasi JLS.

"Akses utamanya JLS sudah bagus, tinggal dari JLS ke pantainya yang butuh perbaikan," pungkasnya.

(David Yohanes/tribunmataran.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.