TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Fatmawati Soekarno Bengkulu mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di perairan Bengkulu yang berlaku mulai 27 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga 29 Juli 2026 pukul 07.00 WIB.
Dalam informasi tinggi gelombang yang diterbitkan BMKG, tinggi gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di Perairan Bengkulu, Perairan Bengkulu Bagian Selatan, dan Perairan Pulau Enggano.
Sementara itu, tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Bengkulu Bagian Utara, Perairan Bengkulu, Perairan Bengkulu Bagian Selatan, Perairan Pulau Enggano, serta Samudra Hindia barat Bengkulu.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu, Winda Ayu Kusumawati, menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi pola angin di wilayah perairan Bengkulu.
"Angin di wilayah Perairan Bengkulu pada umumnya berhembus dari Tenggara - Barat Daya dengan kecepatan berkisar antara 2 - 25 knot atau 4 - 50 km/jam. Adanya wilayah belokan angin dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan sehingga bertambah potensi kenaikan gelombang laut dan kecepatan angin di wilayah Perairan Prov. Bengkulu," tulis BMKG dalam rilisnya.
BMKG Ingatkan Keselamatan Pelayaran
BMKG juga mengingatkan potensi risiko terhadap aktivitas pelayaran selama periode tersebut.
Perahu nelayan berisiko apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Kapal tongkang berisiko apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Sementara itu, kapal ferry berisiko apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
BPBD Imbau Warga Waspada
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, I Made Ardana, mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya peringatan dini dari BMKG.
Menurutnya, masyarakat diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca sebelum beraktivitas di laut.
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar selalu memantau informasi cuaca dari BMKG sebelum melaut. Apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan, sebaiknya aktivitas di laut ditunda demi keselamatan," kata I Made Ardana, Minggu (26/7/2026).
Ia juga meminta masyarakat tidak mengabaikan peringatan dini yang telah dikeluarkan BMKG karena kondisi cuaca di laut dapat berubah dengan cepat.
"Kami berharap masyarakat tetap waspada dan mengutamakan keselamatan. Ikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG dan arahan dari instansi terkait," ujarnya.