TRIBUN-VIDEO – Pasangan selebritas Sonny Septian dan Fairuz A Rafiq mengungkap filosofi mereka dalam membesarkan anak di tengah kesibukan sebagai pekerja seni.
Bagi keduanya, kesuksesan karier tidak boleh mengorbankan kesempatan mendampingi anak-anak menikmati masa kecilnya.
Prinsip itulah yang membuat Sonny dan Fairuz rela menyesuaikan jadwal syuting, bahkan menolak sejumlah pekerjaan, demi tetap hadir dalam momen-momen penting kehidupan anak.
Di balik kebahagiaan melihat anak tumbuh dewasa, Sonny mengaku selalu menyimpan perasaan haru.
Baginya, setiap kali putra sulungnya, King Faaz, naik kelas, ada satu hal yang selalu terlintas di benaknya: waktu kebersamaan sebagai ayah perlahan semakin berkurang.
"Saya selalu sedih ketika dia naik kelas. Rasanya waktu bersama ayahnya jadi semakin berkurang," ujar Sonny dalam wawancara pada program Si Paling Seleb, di Studio Tribunnews, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Perasaan itu semakin nyata ketika King Faaz mulai memiliki dunianya sendiri.
Saat liburan, misalnya, sang putra lebih memilih bermain bersama teman-teman seusianya dibanding terus mengikuti kedua orang tuanya.
Bagi Sonny, itu menjadi tanda bahwa anak mulai belajar mandiri—sesuatu yang membanggakan, tetapi juga mengingatkannya bahwa masa kecil tidak akan berlangsung selamanya.
Kesadaran itulah yang kemudian mengubah cara Sonny dan Fairuz memandang pekerjaan.
Di tengah kesibukan syuting, mereka sepakat bahwa tidak ada jadwal kerja yang lebih penting daripada proses tumbuh kembang anak.
Karena itu, pembagian rapor, penampilan di sekolah, hingga kegiatan penting anak selalu menjadi agenda yang diprioritaskan.
"Kalau urusan anak, pasti kami dahulukan dulu. Misalnya ada syuting, tetapi anak bagi rapor atau tampil di sekolah, kami akan memilih mendampingi anak," kata Sonny.
Komitmen tersebut membuat Sonny memilih meninggalkan sinetron stripping yang menuntut syuting hampir setiap hari.
Kini ia lebih selektif mengambil proyek film karena jadwal produksinya lebih jelas sehingga masih memberi ruang untuk berkumpul bersama keluarga.
Bagi pasangan yang telah menjalani sembilan tahun pernikahan itu, keputusan tersebut bukan berarti mengabaikan karier.
Mereka percaya rezeki tidak hanya datang dari pekerjaan yang diterima, tetapi juga dari keberanian menetapkan prioritas.
"Kalau memang bentrok dengan jadwal penting anak, berarti mungkin bukan rezeki pekerjaan itu. Kami percaya Allah akan memberikan jalan yang lain," ujar Fairuz.
Saksikan kisah dan wawancara lengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!