TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tim operasi search and rescue (SAR) Nasional yang dikoordinir Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan berhasil menemukan Suwanda (19), yang dilaporkan hilang di Sungai Kapasuk sejak Senin, 20 Juli lalu.
Korban ditemukan tak bernyawa sejauh dua kilometer dari tempatnya pertama kali dilaporkan hilang, kemarin di aliran Sungai Kapasuk, Nagori Buntu Bayu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (24/7).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika mengatakan, penemuan mayat korban setelah pihaknya bersama tim gabungan. Setelah ditemukan, jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
"Alhamdulillah, pada hari ketiga pencarian, korban berhasil ditemukan, dan kami Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR, pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat yang telah bersinergi sehingga operasi ini dapat berjalan dengan baik," kata Hery Marantika, Sabtu (25/7).
Diketahui, korban dilaporkan hilang usai memancing di Sungai Kapasuk sejak Senin, 20 Juli lalu, sekira pukul 18.00 WIB. Pihak keluarga, warga, sempat mencari keberadaan korban namun tak membuahkan hasil.
Setelah mendapat laporan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Danau Toba, serta gabungan gabungan turun ke lokasi mencari korban.
Sejak hari pertama operasi, Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian menggunakan berbagai metode, mulai dari pencarian darat menyusuri bantaran sungai, pemantauan melalui jalur air, hingga pemanfaatan teknologi Drone Thermal untuk mendeteksi keberadaan korban dari udara.
Baca juga: Lebih dari 300 UMKM Ramaikan KKSU 2026, Transaksi Tembus Rp83 Miliar
Namun hingga hari kedua, korban belum berhasil ditemukan sehingga operasi kembali dilanjutkan dengan memperluas area pencarian ke arah hilir sungai.
Memasuki hari ketiga atau hari terakhir operasi, Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan briefing pada pukul 08.00 WIB, membagi personel menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) guna mengoptimalkan proses pencarian.
SRU I melakukan pencarian menggunakan Drone Thermal dari lokasi kejadian menuju hilir sungai sejauh kurang lebih enam kilometer. SRU II melaksanakan pencarian dengan metode scouting darat menyusuri bantaran sungai hingga radius enam kilometer dari lokasi kejadian. Sementara SRU III melakukan metode intercept menggunakan jaring di wilayah hilir sungai, tepatnya di kawasan Desa Bayu Bagas, sebagai antisipasi apabila korban terbawa arus.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 16.21 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban, sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian (LKP). "Dengan telah ditemukannya korban dan diserahkannya kepada pihak keluarga, Operasi SAR terhadap kondisi membahayakan manusia di Sungai Kapasuk secara resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas dedikasi dan kerja sama selama pelaksanaan operasi,” katanya. (cr25/Tribun-Medan.com)