TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK – Kepolisian Sektor (Polsek) Tugu masih melakukan penyelidikan terkait penemuan seorang bayi laki-laki yang ditinggalkan di Desa Banaran, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Minggu (26/7/2026) dini hari.
Bayi yang ditemukan dalam kondisi hidup itu pertama kali diketahui warga sekitar pukul 04.50 WIB. Polisi kini berupaya mengungkap identitas pelaku yang diduga sengaja membuang bayi tersebut.
Bayi malang itu pertama kali ditemukan oleh Yatini (59), warga setempat, ketika hendak pergi ke sawah.
Saat melintas di depan rumah tetangganya yang masih kosong dan belum ditempati, ia melihat sebuah bungkusan mencurigakan di teras rumah.
Baca juga: Viral Konvoi Perguruan Silat Tutup Jalan di Trenggalek, Pengguna Mobil Mengaku Resah
Kapolsek Tugu, AKP Sunawir, membenarkan adanya penemuan bayi tersebut.
Menurutnya, bayi ditemukan terbungkus kain jarik berwarna cokelat dan diletakkan di dalam wadah hajatan berwarna hijau.
"Benar bahwa tadi pagi telah ditemukan seorang bayi jenis kelamin laki-laki di Desa Banaran sekitar pukul 04.50 WIB," ujar AKP Sunawir saat dikonfirmasi di Mapolsek Tugu, Minggu (26/7/2026).
Polisi Periksa Sejumlah Saksi
AKP Sunawir mengatakan pihaknya kini masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi.
Proses penyelidikan dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Tugu dengan mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian.
"Untuk saat ini masih dalam proses penyelidikan. Kami mengumpulkan saksi-saksi yang mengetahui pertama kali sejak pagi tadi untuk dimintai keterangan oleh Kanit Reskrim," paparnya.
Tali Pusar Masih Menempel
Berdasarkan keterangan polisi, Yatini awalnya melihat gumpalan kain jarik berwarna cokelat di samping rumah milik Sutrisno yang masih dalam tahap pembangunan.
Karena merasa curiga, ia kemudian membuka bungkusan tersebut dan mendapati seorang bayi laki-laki yang masih memiliki tali pusar.
"Kronologi awal sekitar pukul 04.50 WIB ada warga masyarakat, yaitu Saudari Yatini, hendak pergi ke sawah mengetahui ada jarik warna cokelat. Setelah dibuka, di dalamnya ada seorang bayi laki-laki yang tali pusarnya masih menempel," ujarnya.
Di lokasi penemuan, polisi tidak menemukan perlengkapan bayi lainnya selain kain jarik yang membungkus tubuh bayi.
Warga sekitar maupun pemilik rumah juga mengaku tidak mendengar suara tangisan bayi sebelum ditemukan.
"Enggak nangis sama sekali. Setelah sampai di Puskesmas baru bayinya menangis," tuturnya.
Bayi Dipastikan Sehat
Usai penemuan tersebut, Yatini segera melaporkan kejadian kepada Kepala Desa Banaran yang kemudian meneruskannya ke pihak kepolisian.
Petugas langsung mengevakuasi bayi ke Puskesmas Tugu untuk mendapatkan penanganan medis.
Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi bayi dalam keadaan sehat dengan berat badan mencapai 3,2 kilogram.
"Sesuai hasil pemeriksaan medis, bayi laki-laki tersebut dipastikan dalam kondisi sehat dan memiliki berat badan 3,2 kilogram," bebernya.
Untuk penanganan lebih lanjut, bayi kini dirawat di RSUD Trenggalek dengan pendampingan dari Dinas Sosial.
"Alhamdulillah kondisi bayi sudah bagus. Namun demikian, sekarang sudah digeser ke rumah sakit di Trenggalek dan telah dikondisikan oleh Dinas Sosial untuk penanganan selanjutnya," tutupnya.
(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)