Penjajah Israel Bakar Dua Masjid di Tepi Barat
Ansari Hasyim July 27, 2026 12:03 AM

 

SERAMBINEWS.COM – Penjajah Israel dilaporkan membakar dua masjid dalam serangan terpisah di wilayah Tepi Barat yang diduduki, Minggu. Dua masjid yang menjadi sasaran berada di Desa Kur, selatan Tulkarem, serta di Kota Qusra, selatan Nablus.

Sebelum meninggalkan lokasi, para pelaku juga menyemprotkan grafiti bernada rasis di dinding masjid. Warga setempat kemudian berhasil memadamkan api sehingga kobaran tidak meluas.

WAFA menyebutkan, serangan di Desa Kur terjadi hanya beberapa jam setelah penjajah Israel membakar Masjid Al-Rahma yang masih dalam tahap pembangunan di Kota Qusra.

Wali Kota Qusra, Abdel Azim Wadi, mengatakan kebakaran tersebut menghanguskan material kayu dan sejumlah peralatan konstruksi yang berada di lokasi pembangunan masjid.

Kementerian Awqaf dan Agama Palestina mengecam keras pembakaran masjid di Desa Kur. Dalam pernyataannya, kementerian menyebut aksi tersebut sebagai "kejahatan keji" terhadap tempat ibadah.

Baca juga: Israel Tangkap Puluhan Warga Palestina di Tepi Barat Saat Serangan Pemukim Meningkat

Kementerian itu juga menyatakan bahwa sepanjang 2025, sebanyak 45 masjid di Tepi Barat yang diduduki telah menjadi sasaran serangan penjajah Israel, yang disebut berlangsung di bawah perlindungan tentara Israel.

Di Kota Beit Furik, sebelah timur Nablus, sumber keamanan Palestina mengatakan kepada WAFA bahwa penjajah Israel turut menyerang kawasan Al-Dubbat dan membakar rumah seorang warga.

Kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan pada sebagian bangunan sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran.

Para pelaku juga meninggalkan grafiti rasis yang berisi seruan balas dendam terhadap warga Arab.

Rangkaian serangan itu terjadi di tengah meningkatnya eskalasi kekerasan di Tepi Barat dalam beberapa hari terakhir.

Pada Jumat, penjajah Israel yang didukung tentara menyerang Kota Tell, dekat Nablus. Menurut sumber Palestina dan Israel, insiden tersebut menewaskan empat warga Palestina. Di sisi lain, dua warga Israel juga dilaporkan tewas dalam aksi penembakan yang terjadi saat bentrokan.

Pasukan Israel kemudian memberlakukan pengepungan di Kota Nablus dan sejumlah wilayah sekitarnya, melakukan penangkapan massal, serta mengumumkan persiapan operasi militer berskala besar di seluruh Tepi Barat.

Berdasarkan data resmi Palestina, sejak Oktober 2023 sedikitnya 1.182 warga Palestina tewas di Tepi Barat akibat operasi pasukan Israel dan serangan penjajah. Selain itu, ribuan orang terluka dan sekitar 24.000 warga telah ditahan.

Sementara itu, Komisi Penjajahan dan Perlawanan Tembok Palestina dalam laporannya pada 6 Juli menyebut penjajah Israel melakukan 3.488 serangan terhadap warga Palestina dan harta benda mereka selama paruh pertama tahun ini.

Serangan tersebut mencakup penyerbuan desa, pembakaran rumah, penembakan, perampasan lahan, hingga pendirian pos-pos permukiman, yang mengakibatkan sedikitnya 17 warga Palestina tewas.

Pemerintah Palestina menilai meningkatnya serangan tersebut merupakan bagian dari upaya Israel membuka jalan bagi aneksasi resmi Tepi Barat, yang dinilai mengancam prospek terwujudnya negara Palestina merdeka sebagaimana diamanatkan dalam berbagai resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.