Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir | Kota Langsa
SERAMBINEWS.COM, KOTA LANGSA - BPBD Kota Langsa ikut bergabung bersama Tim SAR Pos Langsa dan nelayan setempat, untuk mencari Muhammad Amin, nelayan asal Gampong Lhoek Banie, yang hilang saat mencari ikan, Minggu (26/7/2026).
Upaya yang dilakukan BPBD dan SAR Pos Langsa, penyisiran laut di titik terakhir perahu ditemukan, berkoordinasi dengan nelayan setempat untuk membantu pencarian, memantau kondisi cuaca dan arus laut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Langsa, Dr. Muhammad Yusuf Akbar, MKM, untuk memastikan situasi keamanan warga terjaga, Pemerintah Kota Langsa terus bergerak cepat dalam penanganan darurat demi keselamatan masyarakat.
Menurut Albar, hingga memasuki pukul 22.00 WIB proses pencarian Muhammad Amin masih terus dilakukan, terutama di sekitar aliran arus dimana perahu korban ditemukan terakhir kali.
"Untuk mendukung proses pencarian korban kita mengerahkan 15 anggota BPBD diantaranya yang turun ikut menyisir 10 dan yang stanby 5 orang, 1 unit rubber boat, dan 15 pelampung," jelasnya.
Akbar juga menyampaikan musim ini cuaca laut bisa berubah cepat, BPBD mengimbau kepada seluruh nelayan agar selalu memakai pelampung atau life jacket saat melaut.
Tim SAR Pos Langsa bersama nelayan setempat hingga malam ini maaih melakukan pencarian seorang nelayan hilang saat mencari ikan, di alur sungai Gampong Sing Lhee, Kecamatan Langsa Barat.
Korban Muhammad Amin, warga Gampong Lhoek Banie, dikabarkan tidak diketahui keberadaanya, usai ditemukannya perahu mesin mliknya di alur sungai Gampong Simpang Lhee, Minggu (26/6/2026) sore tadi.
Seperti biasan korban pergi mencari nafkah keluarganya (mencari ikan) sekitar pukul 05.00 WIB, namun nelayan lain mendapati perahu mesinnya terombang-among di alur sungai Simpang Lheesekitar pukul 16.30 WIB.
Saat itu nelayan pertama kali melihat perahu milik korban tidak menemukan Muhammad Amin, sehingga saat itu juga mereka langsung melaporkannya kepada pihak terkait.
"Hingga malam ini Tim SAR Pos Langsa bersama nelayan setempat masih menelusuri alur sungai dimana ditemukannya perahu korban," sebut Budi Darmawan, Koordinator Pos SAR Langsa.
Dalam operasi pencarian korban Muhammad Amin ini, jelas Budi, SAR Pos Langsa mengerahkan 1 unit rubber boat dan 7 petugas SAR yang mulai bergerak sejak petang tadi dsri TPI Gampong Simpang Lhee.
"Dalam operasi pencarian nelayan ini kita turunkan 7 petugas SAR bersama 1 rubber boat atau perahu karet mesin. Semoga korban dapat segera ditemukan," sebut Budi.
Baca juga: BREAKING NEWS - Seorang Nelayan di Langsa Hilang, Sampan Mesin Ditemukan di Sungai
Seorang nelayan, Muhammad Amin (42), warga Gampong Lhok Banie, Kecamatan Langsa Barat, dikabarkan hilang saat mencari ikan ke sungai, Minggu (26/7/2026).
Kabar hilangnya korban diketahui setelah sampan mesin milik korban ditemukan warga di alur sungai Simpang Lhee, atau antara Sungai Paoh Pauh dan Kuala Langsa sekitar pukul 16.30 WIB.
Informasi dihimpun Serambinews.com, sampan mesin milik Muhamamd Amin ditemukan terapung di sungai tersebut, sedangkan korban tidak ada di lokasi.
Hingga petang menjelang magrib ini belum diketahui keberadaan nelayan asal Gampong Lhok Banie tersebut.
Sedangkan nelayan sekitar mulai melakukan pencarian di sekitar sungai dimana temukannya sampan korban.
Sementara Koordinator Pos SAR Langsa, Budi Darmawan, saat dikonfimasi kepada Serambinews.com, mengatakan telah menerima laporan nelayan yang hilang tersebut.
Setelah mendapat informasi itu, Tim SAR langsung melakukan persiapan turun ke lokasi untuk melakukan pencarian Muhamamd Amin ini.
"Kita susah mendapat laporan nelayam hilang ini, Tim SAR sedang melakukan persiapan peralatan turun ke lokasi," sebut Budi. (*)