Pakai Dana Pribadi, Lifter Junior Kaltim Berhasil Borong 4 Medali Emas Kejurnas 2026 di Semarang
Nur Pratama July 27, 2026 12:19 AM

 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Ungkapan hikmah "Man Jadda Wajada" (barang siapa bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil) benar-benar dibuktikan oleh para atlet angkat besi (lifter) junior Kalimantan Timur (Kaltim). 

Berkat kerja keras dan mental pantang menyerah, mereka berhasil mengukir prestasi membanggakan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Besi Junior 2026 yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, pada 20–25 Juli 2026.

Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) yang bekerja sama dengan PT Pupuk Indonesia.

Baca juga: Kondisi Jembatan Mahulu Samarinda Dikeluhkan Gelap dan Rusak, Anggota DPRD Kaltim Janji Kawal

Pelatih Angkat Besi Kaltim, Rendy Radityo Ary, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian luar biasa anak-asuhnya tersebut saat dikonfirmasi pada Minggu (26/7/2026) malam.

"Bersyukur sekali, para lifter junior Kaltim yang turun di berbagai kelas mulai dari kelas 45 kg hingga 67+ kg putri, serta kelas 55 kg hingga 67+ kg putra bisa meraih prestasi. Ini adalah buah dari konsistensi mereka menjalani latihan rutin selama lebih dari satu bulan di Gelora Kadrie Oening Sempaja, Samarinda," ujar Rendy.

Dalam ajang ini, Pengprov PABSI Kaltim memberangkatkan total 7 atlet junior yang terdiri dari 3 lifter putra dan 4 lifter putri, didampingi oleh 3 orang pelatih.

Tim angkat besi Kaltim berhasil membawa pulang total 4 medali emas, 12 perak, dan 3 perunggu. 

Berkat perolehan tersebut, Kaltim sukses menduduki peringkat kedua nasional di bawah Jawa Barat.

Berikut rincian prestasi para lifter junior Kaltim di ajang tersebut:

  • Sherin Alvionita (53 Kg Putri - Samarinda): 1 Emas, 2 Perak
  • Aulia Putri N. (57+ Kg Putri - Samarinda): 2 Emas, 3 Perak
  • Nabilla Aprillia (67+ Kg Putri - Kukar): 1 Emas
  • Theodore Angelo (55 Kg Putra - Kab. Paser): 3 Perak
  • Nathanael Febrian (Putra - Samarinda): 3 Perak
  • Tria Valentine (49 Kg Putri - PPU): 1 Perak, 2 Perunggu

Berjuang dengan Dana Pribadi demi Transisi ke Senior

Di balik prestasi gemilang tersebut, Rendy membeberkan bahwa timnya harus berangkat menggunakan dana pribadi terlebih dahulu akibat anggaran yang masih dalam proses birokrasi.

Ia menjelaskan bahwa dana klaster pertama sebesar Rp350 juta untuk Training Center (TC) mandiri dan Kejurnas ini diharapkan bisa segera cair.

"Kami sementara masih berangkat menggunakan dana pribadi. Mudah-mudahan anggarannya segera diproses karena saat ini statusnya masih gelondongan," jelasnya.

Kendati menghadapi keterbatasan anggaran, Pengprov PABSI Kaltim tetap berkomitmen memberangkatkan para atlet demi jam terbang dan masa depan mereka.

Kejurnas usia 15–20 tahun ini merupakan fase transisi krusial bagi para atlet junior sebelum naik ke tingkat senior untuk menghadapi Pra-PON pada tahun 2027 mendatang.

"Kelas junior dan senior untuk Pra-PON itu berbeda. Makanya ajang ini sangat penting sebagai persiapan. Saya bangga dengan perjuangan mereka, walaupun anggaran terbatas kami tetap berangkat semampu Pengprov," tambahnya.

Melihat potensi besar ini, PABSI Kaltim langsung mengalihkan fokus untuk target yang lebih besar, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2028.

"Hasil ini sangat membanggakan dan patut kita pertahankan serta tingkatkan. Insya Allah, kami akan berjuang lebih keras lagi untuk membidik prestasi maksimal di PON 2028 nanti," pungkas Rendy. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.