Efisiensi Rute Haji Jatim, Bandara Dhoho Siap Layani Penerbangan Jumbo Tanpa Transit
Dyan Rekohadi July 27, 2026 01:32 AM

 

 
SURYA.CO.ID, SURABAYA – Pelaksanaan ibadah haji di Jawa Timur pada 2027 dipastikan tampil beda seiring fungsionalisasi Bandara Internasional Dhoho Kediri sebagai embarkasi baru.

Kehadiran fasilitas penerbangan itu bakal memangkas jarak serta keletihan fisik para jemaah, khususnya yang berasal dari wilayah Mataraman.

Baca juga: Evaluasi Total Jelang Haji 2027, Kemenhaj Jatim Patok Syarat Kesehatan Ketat Usai 75 Jemaah Wafat

 

Pemetaan Wilayah Operasional dan Kloter Penyangga


Berdasarkan pemetaan operasional Kemenhaj Jatim, embarkasi baru itu difokuskan untuk melayani jemaah asal kawasan Mataraman seperti Kediri Raya dan Madiun Raya.

Selain kedua wilayah utama itu, pihak Kemenhaj juga mempertimbangkan daerah lain untuk mendukung keterisian kelompok terbang.

"Yang jelas Wilayah Kediri dan Madiun. Soal Kloter penyangga, lihat teknisnya nanti," kata Kakanwil Kemenhaj Jatim Mohammad Asadul Anam.

Baca juga: Bocoran Biaya Haji 2027, Skema Subsidi 60 Persen BPKH Bikin Sisa Pelunasan Bisa Cuma Rp 17 Jutaan

 

Adapun jangkauan daerah yang diproyeksikan terbang melalui Bandara Dhoho meliputi:

  • Kabupaten Kediri,
  • Kota Kediri,
  • Kabupaten Nganjuk,
  • Kabupaten Tulungagung,
  • Kabupaten Blitar,
  • Kota Blitar,
  • Kabupaten Trenggalek.

 

Selain itu, jemaah dari Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, serta Kabupaten Pacitan juga masuk dalam skema itu.

Dua wilayah tambahan, yakni Kabupaten Jombang dan Kabupaten Bojonegoro, diwacanakan turut bergabung sebagai penyangga.

Baca juga: Kuota Haji Jatim Capai 42.053 Jemaah untuk Terbang di Tahun 2027

 

Solusi Memangkas Kelelahan dan Kesiapan Fasilitas


Langkah strategis ini membawa angin segar bagi peningkatan kualitas pelayanan jemaah haji asal Jawa Timur kawasan barat.

Selama ini, jemaah dari daerah pelosok seperti Pacitan dan Ngawi harus menempuh perjalanan darat 6 hingga 8 jam menuju Asrama Haji Sukolilo di Surabaya.

Pemangkasan jarak tempuh menuju Kediri menjadi kunci utama menjaga stamina jemaah, khususnya golongan lansia, sebelum menempuh penerbangan jarak jauh.

Dari sisi infrastruktur, Bandara Dhoho memiliki landasan pacu sepanjang 3.300 meter yang sanggup didarati pesawat berbadan lebar.

Spesifikasi itu memungkinkan pesawat jumbo membawa jemaah Mataraman langsung menuju Arab Saudi tanpa perlu transit pengisian bahan bakar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.