TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kota Medan terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) XII Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. Selain membentuk komposisi tim terbaik, PBVSI Medan juga akan melakukan promosi dan degradasi atlet usai pelaksanaan tes fisik dan kesehatan yang digelar KONI Kota Medan.
Sekretaris Umum PBVSI Kota Medan, Ardiansyah, mengatakan pembentukan tim masih terus berjalan karena pihaknya ingin memastikan atlet yang diberangkatkan benar-benar berada dalam kondisi terbaik, baik dari sisi fisik, teknik, maupun mental. "Setelah mengikuti tes fisik dan kesehatan dari KONI Medan, kami masih akan melakukan seleksi lagi pada pekan depan. Akan ada promosi dan degradasi untuk mencari atlet-atlet terbaik yang akan memperkuat Kota Medan di Porprovsu," ujar Ardiansyah kepada Tribun Medan.
Ia menjelaskan, pada Porprovsu 2026 cabang olahraga bola voli akan mempertandingkan dua kategori, yakni voli indoor dan voli pantai. Menurut Ardiansyah, PBVSI Medan telah menyiapkan komposisi awal atlet yang terdiri dari 12 atlet voli indoor putri dan 10 atlet voli indoor putra. Sementara untuk nomor voli pantai, Medan akan menurunkan masing-masing satu pasangan putra dan satu pasangan putri.
Meski demikian, jumlah tersebut belum bersifat final karena proses seleksi masih terus berlangsung. "Dari hasil kejuaraan-kejuaraan yang telah kami ikuti sebelumnya, kami masih melihat ada beberapa atlet potensial yang layak dipanggil. Karena itu seleksi tetap dilakukan agar tim yang dibentuk benar-benar kompetitif," katanya.
Baca juga: Laga Perdana Grup B Piala Presiden Elite 2026, PSMS Kalah Lawan Juara Bertahan
Untuk target prestasi, PBVSI Medan memasang ambisi tinggi, khususnya pada sektor putri. Ardiansyah optimistis tim voli indoor putri mampu kembali meraih medali emas sekaligus mencatatkan sejarah dengan mempertahankan gelar juara lima kali secara beruntun.
Selain itu, nomor voli pantai putri juga diproyeksikan menjadi penyumbang medali emas. Optimisme tersebut didukung keberadaan sejumlah atlet berpengalaman, termasuk mantan atlet PON yang masih memenuhi syarat tampil di Porprovsu. "Kami menargetkan medali emas untuk voli pantai putri karena masih ada atlet eks PON yang bisa memperkuat tim. Untuk voli indoor putri juga targetnya emas dan kami ingin mencetak sejarah dengan mempertahankan lima kali berturut-turut medali emas," ungkapnya.
Berbeda dengan sektor putri, PBVSI Medan memilih bersikap realistis terhadap tim voli indoor putra. Pasalnya, skuad putra kali ini lebih banyak dihuni atlet-atlet muda sebagai bagian dari proses regenerasi.
Pada nomor voli pantai, Ardiansyah mengakui Medan masih menghadapi keterbatasan sarana latihan. Hingga saat ini hanya terdapat satu hingga dua lapangan pasir yang bisa dimanfaatkan untuk latihan secara rutin. Akibat keterbatasan tersebut, program latihan lebih banyak difokuskan pada peningkatan kondisi fisik dengan porsi sekitar 80 persen, sedangkan latihan teknik di lapangan pasir baru sekitar 20 persen.
"Untuk voli pantai memang kendala utama kami adalah minimnya lapangan. Saat ini porsi latihan lebih banyak fisik, sekitar 80 persen, sedangkan teknik di pasir sekitar 20 persen. Kami berharap atlet bisa cepat beradaptasi karena mereka sudah memiliki pengalaman berlatih di lapangan pasir," katanya. (cr29/Tribun-Medan.com)