SURYA.CO.ID, SURABAYA – Seorang bocah berusia 7 tahun tewas dalam kecelakaan motor menabrak truk sampah di jalan Raya Sememi, Benowo, Surabaya, sekitar pukul 12.00 WIB, pada Minggu (26/7/2026). I
Kecelakaan dialami penngedara motor berboncengan tiga orang, yang menabrak truk sampah yang berhenti di bahu Jalan.
Seluruh korban langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Baca juga: Kecelakaan Maut di Tol Pandaan-Malang 2 Kali dalam Seminggu: Tewaskan 8 Orang
Kendaraan yang terlibat kecelakaan, yakni truk sampah bernopop L-8022-CP, yang dikemudikan AG (42) warga Benowo Surabaya dan pengendara motor Honda Beat bernopol L-5060-V,
Kecelakaan bermula saat pengemudi truk sampah memutuskan untuk menghentikan kendaraannya secara mendadak di pinggir jalan.
Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya, AKP Supriono, insiden kecelakaan bermula truk sampah melaju dari arah barat kawasan Benowo menuju ke timur kawasan Tandes.
Setibanya di lokasi, sopir truk AG berinisiatif menepi untuk menghentikan laju truknya di bahu kiri karena, hendak mengangkat panggilan telepon yang masuk dalam ponselnya.
"Sewaktu sopir truk berjalan dari arah barat ke timur berhenti ke tepi untuk menerima telpon, dari arah belakang terjadi kecelakaan dengan pemotor motor yang berjalan searah," ujarnya saat dihubungi SURYA.CO.ID
Tak lama kemudian pemotor korban tiba-tiba menabrak bodi belakang truk sampah itu.
Baca juga: Kecelakaan Maut di Jalur Surabaya-Jombang Tewaskan Dua Orang, Berawal Rem Truk Blong
Korban meninggal dunia diketahui identitasnya berinisial IJ (7) warga Tandes, Surabaya, berstatus pelajar.
Sedangkan, korban luka lainnya berjumlah tiga orang memperoleh perawatan medis ke RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH)
Ketiga orang korban luka itu, berinisial AM (30) pengendara motor Honda Beat bernopol L-5060-V, dan penumpangnya NR (59) yang sedang menggendong bayi.
Korban IJ mengalami luka parah pada bagian kepala.
Saat petugas medis Pemkot Surabaya tiba di lokasi, ternyata Korban IJ sudah dinyatakan meninggal dunia dan dievakuasi ke RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya.
"Akibat kecelakaan IJ mengalami luka dan meninggal dunia. Selanjutnya korban dikirim ke RSUD BDH Surabaya," katanya.
Menyikapi peristiwa pilu itu, jajaran kepolisian terus mengingatkan pentingnya aspek keselamatan dan kewaspadaan bagi para pengguna jalan.
Anggota Satlantas Polrestabes Surabaya tak henti-hentinya mengedukasi masyarakat mengenai keselamatan berkendara, secara langsung dengan terjun ke lapangan ataupun memanfaatkan berbagai macam platform medsos kekinian.
Supriono mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi rambu-rambu, peraturan, etika serta kedisiplinan dalam berlalu lintas selama berkendara di jalanan.
Sebelum mulai berkendara jarak jauh atau dekat, pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, standar dan aman.
Kemudian, pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat, bugar, dan memiliki ketahan kuat.
"Jangan memaksakan diri. Kalau merasa tubuh sudah lelah atau mengantuk di perjalanan, segera menepi ke tempat aman atau rest area yang tersedia untuk beristirahat memulihkan kondisi kebugaran dan kesehatan sebelum melanjutkan perjalanan," katanya.
Terakhir, Supriono berharap masyarakat juga proaktif dan tidak segan melaporkan segala bentuk kendala selama di perjalanan kepada anggota Kepolisian yang tersebar di masing-masing pos lalu lintas.
Masyarakat bisa memanfaatkan layanan darurat Polisi Call Center 110 secara gratis selama 24 jam.
"Sudah menjadi tugas pokok dan fungsi kami memberikan pelayanan pada masyarakat semaksimal mungkin. Demi menciptakan situasi keamanan, ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas di tengah masyarakat," pungkasnya