Rudal Kheibar Shekan Jadi Andalan Iran: Murah dan Lincah untuk Serang AS di Seluruh Timur Tengah
Hasiolan Eko P Gultom July 27, 2026 12:38 AM

Rudal Kheibar Shekan, Iran Andalkan Rudal Murah dan Lincah untuk Serang Target AS di Seluruh Timur Tengah

TRIBUNNEWS.COM - Iran dilaporkan mulai mengandalkan rudal balistik Kheibar Shekan dalam serangkaian serangan terhadap aset militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Menurut laporan The Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip sejumlah pejabat AS, rudal berbahan bakar padat tersebut menawarkan kombinasi biaya produksi yang lebih rendah, mobilitas tinggi, serta kemampuan manuver yang menyulitkan sistem pertahanan udara.

Baca juga: Iran Pakai Rudal Penghancur Kheibar saat Serang Israel, Akurasi Tinggi, Bisa Jangkau 1.800 Km

Kheibar Shekan merupakan rudal balistik jarak menengah dengan jangkauan sedikitnya 1.400 kilometer.

Berbeda dari rudal Iran generasi lama yang memerlukan pengisian bahan bakar sebelum peluncuran, rudal ini dapat disimpan dalam kondisi siap tembak dan dipasang dengan cepat pada truk peluncur.

Karakteristik tersebut dinilai mempersingkat waktu persiapan sehingga memperkecil peluang lokasi peluncuran terdeteksi dan dihancurkan oleh pesawat tempur Amerika Serikat maupun Israel.

Menurut para pejabat AS yang dikutip WSJ, sebagian besar rudal Kheibar Shekan memang berhasil dicegat selama konflik berlangsung. Namun, beberapa rudal dilaporkan mampu menembus sistem pertahanan.

Laporan itu menyebut Iran menggunakan variasi lintasan penerbangan, kecepatan, dan manuver untuk membingungkan sistem pertahanan rudal lawan.

(FOTO HANYA ILUSTRASI) Saat menyerang Israel pada Sabtu (14/4/2024) dan Minggu (15/4/2024) lalu, Iran menggunakan rudal penghancur Kheibar yang memiliki akurasi tingkat tinggi.
(FOTO HANYA ILUSTRASI) Saat menyerang Israel pada Sabtu (14/4/2024) dan Minggu (15/4/2024) lalu, Iran menggunakan rudal penghancur Kheibar yang memiliki akurasi tingkat tinggi. (IRNA)

Lebih Sulit Dicegat

WSJ melaporkan sejumlah varian Kheibar Shekan dilengkapi kemampuan manuver pada fase akhir penerbangan.

Bagian hulu ledak dapat melakukan koreksi arah menjelang menghantam sasaran dengan kecepatan sekitar 10.000 kilometer per jam, sehingga meningkatkan peluang menghindari pencegatan.

Selain mengandalkan rudal balistik, Iran disebut mengombinasikan serangan dengan drone berkecepatan tinggi serta rudal lain yang lebih sederhana.

Sasaran yang dilaporkan menjadi target antara lain radar pertahanan udara dan fasilitas militer yang digunakan personel AS di berbagai pangkalan di Timur Tengah.

Iran Dinilai Terus Beradaptasi

Mantan Komandan US Central Command (CENTCOM), Jenderal Joseph Votel, menilai perkembangan tersebut menunjukkan Iran terus mempelajari efektivitas sistem persenjataannya.

"Iran terus memperhatikan perkembangan, belajar dari pengalaman, dan mencari cara untuk meningkatkan kemampuannya menghadapi kami. Mereka memiliki program rudal, roket, dan drone yang telah berkembang selama bertahun-tahun," kata Votel seperti dikutip WSJ.

Analis rudal independen Fabian Hinz juga menilai setiap operasi tempur memberikan data penting bagi Iran untuk menyempurnakan strategi serangannya.

"Setiap penggunaan dalam pertempuran memberikan data baru. Iran dapat mempelajari manuver mana yang paling efektif untuk menembus sistem pertahanan rudal," ujar Hinz.

Menurut estimasi Amerika Serikat dan Israel sebelum konflik terbaru, Iran memiliki sekitar 2.500 rudal jarak menengah, termasuk Kheibar Shekan.

Meski demikian, Hinz memperkirakan kemampuan produksi rudal baru Iran dapat terhambat karena sejumlah fasilitas pembuat mesin rudal dilaporkan telah dihancurkan.

Efektivitas dan Biaya

Para analis yang dikutip WSJ juga menyoroti aspek ekonomi dari penggunaan Kheibar Shekan. Meski biaya produksinya tidak diungkapkan secara resmi oleh Iran, rudal tersebut diperkirakan jauh lebih murah dibanding rudal pencegat yang digunakan Amerika Serikat dan Israel.

Menurut laporan tersebut, biaya satu rudal pencegat dapat berkisar antara US$2 juta hingga US$15 juta, bergantung pada sistem pertahanan yang digunakan.

Sementara itu, Israel menyatakan sebagian besar rudal Kheibar Shekan yang ditembakkan Iran berhasil dicegat.

Sebaliknya, Teheran mengklaim rudal-rudal tersebut berhasil menyasar sejumlah target strategis, termasuk sasaran yang berkaitan dengan pemerintahan Israel.

Hingga kini, rincian mengenai tingkat keberhasilan operasional rudal Kheibar Shekan maupun dampak serangannya belum dapat diverifikasi secara independen.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.