Fase yang rumit: gempa besar segera menanti Real Madrid
Dewi Rahayu July 27, 2026 02:53 AM

Diterjemahkan oleh

Fase yang rumit: gempa besar segera menanti Real Madrid

Kata “Sumeriana” sudah dikenal di kalangan pendukung Real Madrid sebagai istilah untuk menggambarkan banjir rumor seputar urusan transfer klub.

Musim panas ini menjanjikan banyak drama, terutama karena jendela transfer baru akan ditutup pada Selasa 1 September. Masih ada lebih dari sebulan yang sibuk di depan mata semua pihak.

Real Madrid sejauh ini sudah menyelesaikan beberapa bisnis penting, mendatangkan Marc Cucurella, sementara kesepakatan untuk Jan Diomande dan Rodri juga tampak sangat dekat.

Menurut surat kabar “Sport”, gelombang antusiasme atas kedatangan para penguat ini telah menaikkan ekspektasi terhadap apa yang bisa diraih Los Blancos. Kini klub harus beralih ke sisi lain dalam neraca: kepergian pemain.

Pencoretan di semua lini

Dalam kondisi ideal, setiap klub tentu lebih suka menyeimbangkan penjualan dan pembelian agar tidak memberi kesan sedang terdesak, baik saat melepas pemain maupun saat mendatangkan nama-nama yang dibutuhkan.

Karakter pasar transfer yang sedang dihadapi Real Madrid musim panas ini membuat perekrutan menjadi prioritas, dengan harapan langkah-langkah itu juga membantu menentukan siapa saja yang tersingkir dari rencana tim.

Ada berkas yang masih terbuka di setiap posisi. Di lini belakang, kebutuhan untuk mendatangkan bek tengah baru bersama seorang gelandang masih ada. Itu menuntut kepergian Raúl Asencio terlebih dahulu.

Álvaro Carreras juga bisa hengkang, mengingat dirinya sadar betapa besar minat terhadap dirinya, terutama dari klub-klub Liga Primer.

Namun, penjualan terbesar yang diperkirakan terjadi terkonsentrasi di lini lainnya, karena itu bisa menjadi awal dari fase pergantian dan pembaruan setelah dua musim mengecewakan ketika tim tidak memenangi apa pun.

Pergerakan yang berkaitan dengan Tchouaméni dan Eduardo Camavinga juga mengarah ke sana, meski dengan alasan yang berbeda.

Yang pertama disebut sudah memperpanjang kontraknya hingga 2031, tetapi ia tidak kekurangan peminat di Inggris dan berada dalam posisi negosiasi yang kuat. Sementara itu, rekan senegaranya, Camavinga, tampak lebih dekat untuk pergi cepat atau lambat setelah menjalani musim yang buruk.

Angka-angka yang beredar, yang melampaui 70 juta euro, mencerminkan inflasi harga pasar.

Daftar pemain yang diprediksi pergi

Ambil contoh Vinicius Junior. Ia sudah memasuki tahun terakhir kontraknya tanpa mencapai kesepakatan perpanjangan, dan itu memicu perlombaan di antara para peminatnya. Arsenal menjadi yang pertama bergerak serius, menurut “The Athletic”.

Manchester United juga tetap menjadi salah satu klub yang selalu ada dalam daftar tim yang mampu mencapai kesepakatan dengan Real Madrid. Old Trafford telah menerima beberapa kepergian paling menonjol dari klub Spanyol itu dalam beberapa tahun terakhir, di antaranya Di Maria, Casemiro, dan Raphael Varane.

Franco Mastantuono dan Gonzalo Garcia juga menonjol di antara mereka yang diprediksi akan pergi. Proses ini tidak akan mudah, dan bisa meningkatkan ketegangan selama persiapan menuju musim baru.

Kasus Endrick punya kekhasan tersendiri. Striker Brasil itu tampaknya tidak siap menjalani satu musim lagi sebagai pemain pinjaman, meski banyaknya opsi lini serang dalam skuad bisa menempatkannya dalam situasi yang sulit.

Mengelola berkas para pemain cadangan

Mengelola para pemain cadangan akan menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi José Mourinho. Pelatih asal Portugal itu lebih suka mempertahankan pemain yang mampu menjalankan peran sebagai “pemain ke-12” seperti Brahim Díaz, meski mempertahankan peran itu dalam waktu lama bukan perkara mudah.

Mourinho sendiri tetap menjadi rekrutan terpenting dalam proyek ini. Di luar nama-nama besar, ia harus menghadirkan citra kompetitif sejak pertandingan pertama agar tidak memicu ketegangan yang tidak perlu.

Antusiasme terhadap para pemain baru dan seremoni perkenalan pemain datang lebih dulu sebelum fase yang rumit: menyusun ulang potongan-potongan di dalam tim. Tidak ada yang siap menulis pernyataan perpisahan mereka saat ini.

Ini bisa berubah menjadi persaingan sengit untuk mendapatkan tempat, persis seperti persaingan yang ingin ditanamkan klub. Pada saat yang sama, mereka kini harus mengelola kepergian dengan sangat presisi dan tanpa penundaan demi mencapai keseimbangan olahraga dan finansial.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.