MUI Serukan Perkuat Donasi dan Qunut Nazilah Untuk Palestina di Penutupan Kongres Umat Islam
Adi Suhendi July 27, 2026 03:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar mengatakan MUI harus menunjukkan sikap yang tegas dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. 

Anwar mengatakan rekomendasi Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII perlu mempertegas posisi MUI dalam mendukung kemerdekaan Palestina sekaligus menolak genosida dan Islamofobia.

"Pada rekomendasi ini ada sesuatu yang perlu saya pertegas. Salah satu poin yang perlu dishorihkan (dipertegas) lagi adalah sikap Majelis Ulama terhadap perjuangan umat dan warga Palestina di dalam kemerdekaan negara itu," kata Anwar saat memberikan sambutan penutupan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu (26/7/2026).

Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pernyataan politik.

MUI, kata Anwar, harus secara terbuka menyatakan berada di belakang perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina.

Baca juga: MUI Usul Pembentukan Sub-holding Danantara Syariah, Ini Alasannya

"Oleh karena itu, Majelis Ulama mesti tegas secara shorih bahwa Majelis Ulama berada di belakang perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina. Itu harus pasti," ujarnya.

Selain mendukung perjuangan Palestina, Anwar juga meminta MUI memperjelas sikap dalam menolak tindakan genosida yang menimpa warga Palestina maupun berbagai bentuk Islamofobia di luar negeri.

"Di samping itu, kita juga perlu menegaskan sikap kita dan penolakan kita terhadap genosida, termasuk juga Islamofobia yang ada di luar negeri. Kita mesti punya sikap yang sangat jelas," katanya.

Menurut Anwar, MUI perlu mengajak umat Islam Indonesia untuk terus menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Gaza.

"Maka Majelis Ulama mesti mempunyai sikap yang pasti bahwa kita atas dasar kemanusiaan, atas dasar ukhuwah insaniyah, maka kita akan berada di belakang mereka dan kalau perlu kita akan mendonasikan atau menyerukan tentang pentingnya donasi terhadap mereka dan qunut nazilah," ujarnya.

Baca juga: MUI Bahas Usulan RUU Pemidanaan LGBT di KUII, Naskah Akademik Akan Diserahkan ke Presiden dan DPR

Menurutnya, penderitaan yang dialami masyarakat Gaza merupakan panggilan bagi umat Islam untuk saling membantu seperti ajaran Rasulullah SAW.

Anwar juga mengingatkan sejarah dukungan ulama Indonesia terhadap Palestina yang telah berlangsung sejak masa sebelum kemerdekaan Indonesia. 

Dirinya mencontohkan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-13 di Menes pada 1938 yang telah menyerukan pembelaan terhadap Palestina sekaligus menggalang bantuan dana.

"Saya masih ingat ada Muktamar NU pada tahun 1938 di Menes. Di dalam muktamar itu para kiai selain menyerukan tentang pembelaan terhadap kemerdekaan Palestina, juga menyerukan donasi," katanya.

"Kiai-kiai pada waktu itu masih susah bisa mengumpulkan 6.000 Golden. Mereka masih susah bisa begitu, lah kita yang sudah enak mestinya harus lebih daripada itu semua," ucapnya.

Sekilas Tentang Kongres Umat Islam Indonesia

Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII 2026 yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta.

Forum tersebut mempertemukan ulama, tokoh organisasi kemasyarakatan Islam, akademisi, dan unsur pemerintah untuk membahas berbagai isu strategis keumatan, kebangsaan, serta rekomendasi bagi pemerintah.

KUII VIII diikuti lebih dari 450 peserta yang berasal dari pimpinan dan anggota MUI Pusat.

Sebanyak 87 ormas Islam tingkat pusat, serta unsur pemerintah, termasuk Komisi VIII DPR RI dan sejumlah kementerian. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.