TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak 3.000 penyanyi dari 14 negara membanjiri Pulau Dewata untuk memperebutkan tiket emas menuju kompetisi paduan suara bergengsi tingkat Asia, Asia Choral Grand Prix di Manila, Filipina.
Laga tarik suara antarbangsa ini terangkum dalam ajang Bali International Choir Festival (BICF) ke-15 yang resmi dibuka pada 26 hingga 30 Juli 2026 di Dharma Negara Alaya Lumintang Denpasar, Bali.
Persaingan ketat dipastikan bakal tersaji di panggung Grand Prix, tempat para juara dari 18 kategori bertarung memperebutkan gelar juara umum sekaligus hak mewakili Indonesia di tingkat regional tahun depan.
Festival Director BICF 2026 sekaligus Direktur Bandung Choral Society, Indra Kurniawan Salama, menegaskan bahwa pemenang utama dari ajang ini akan membawa nama Indonesia ke level yang lebih tinggi.
Baca juga: Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Akibat Kanker, Doa Mengalir dari Gibran Hingga Habib Jafar
"Nanti dari semua kategori ini pemenangnya tampil di Grand Prix untuk memperebutkan juara umum. Mereka akan mewakili festival ini dan Indonesia di Asia Choral Grand Prix di Manila tahun depan," ujar Indra dijumpai Tribun Bali di sela kegiatan opening ceremony pada Minggu 26 Juli 2026 malam.
Indra mengungkapkan, animo peserta tahun ini melonjak tajam dengan variasi peserta yang semakin beragam.
Indonesia sendiri mendominasi kekuatan dengan mengirimkan sekitar 60 hingga 70 tim paduan suara serta puluhan penyanyi solo.
Jika dihitung bersama rombongan pendukung dan keluarga peserta, lonjakan kedatangan wisatawan ke Bali diperkirakan menembus 6.000 orang.
"Yang membedakan tahun ini pesertanya lebih banyak dan kategorinya lebih bervariasi. Pokoknya tahun ini lebih keren," tutur Indra.
Kedatangan ribuan peserta internasional ini disambut hangat oleh Pemerintah Provinsi Bali.
Ajang internasional berkala seperti BICF dinilai menjadi angin segar bagi pemulihan ekonomi serta promosi pariwisata daerah yang tengah menghadapi berbagai tantangan post-pandemi dan isu kewilayahan.
Staf Ahli Gubernur Bali, I Made Rentin, menyebut kegiatan skala internasional seperti ini sebagai langkah efisien untuk mendongkrak citra pariwisata Bali di mata dunia.
"Berbagai kegiatan event penting bertaraf internasional yang dilaksanakan di Bali adalah promosi gratis bagi kami pemerintah daerah," kata Rentin saat membuka acara.
Selain menghadirkan persaingan sengit menuju panggung Asia, BICF 2026 juga menyajikan aksi sosial dan budaya.
Rangkaian acara diwarnai dengan program Choral Exchange di Icon Bali, wadah pertukaran lagu dan tarian adat antarnegara serta charity concert di Gereja Katedral Bali yang seluruh hasil penjualan tiketnya disumbangkan untuk lembaga sosial. (*)