Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur BI, Berikut Profil Pria Kelahiran Sukoharjo
M Syofri Kurniawan July 27, 2026 09:55 AM

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai  Gubernur Bank Indonesia (BI).

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan langsung informasi ini pada Senin (27/6/2026).

Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri Perry pada Minggu (26/7/2026) dan akan segera menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk menerima pengunduran diri tersebut, demikian disampaikan Prasetyo.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur dari Jabatannya

Prasetyo menjelaskan, sesuai Undang-Undang Bank Indonesia, posisi Gubernur BI untuk sementara akan dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti hingga mekanisme pengisian jabatan definitif dilakukan.

Pemerintah juga meminta masyarakat tetap menjaga kepercayaan terhadap koordinasi kebijakan moneter dan fiskal.

Pernah didesak mundur

Keputusan mundur Perry Warjiyo kembali mengingatkan pada desakan yang sempat muncul beberapa bulan lalu ketika nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

Salah satu desakan itu datang dari Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PAN, Primus Yustisio, dalam rapat kerja bersama Bank Indonesia pada 18 Mei 2026. 

Saat itu, Primus menilai Perry sebaiknya mengambil langkah mengundurkan diri apabila merasa tidak lagi mampu menjalankan tugas menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"Pak Perry yang saya hormati, kadang Pak, kalau kita mengambil tindakan gentleman itu bukan penghinaan Pak. Saya berikan contoh, mungkin saatnya sekarang Bapak mengundurkan diri," kata Primus dalam rapat tersebut.

Sorotan terhadap Perry kala itu dipicu oleh pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS yang menjadi perhatian publik dan DPR. 

Posisi Bank Indonesia sebagai otoritas moneter membuat kinerja gubernurnya ikut menjadi sasaran kritik ketika nilai tukar mengalami tekanan.

Terlepas dari kritik yang mengemuka, Perry Warjiyo merupakan bankir sentral dengan pengalaman panjang di Bank Indonesia. 

Ia menjabat sebagai Gubernur BI selama dua periode, yakni 2018-2023 dan 2023-2028, setelah sebelumnya menempati sejumlah posisi strategis di bank sentral maupun lembaga internasional.

Selama memimpin Bank Indonesia, Perry juga menerima berbagai penghargaan nasional dan internasional.

Di bawah kepemimpinannya, BI turut meraih sejumlah penghargaan sebagai bank sentral, termasuk dalam bidang kebijakan makroprudensial, inovasi, hingga keuangan syariah.

Berikut profil singkat, perjalanan karier, dan sejumlah pencapaian Perry Warjiyo yang kini resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Profil Perry Warjiyo 

  • Lahir: Sukoharjo, Jawa Tengah, 25 Februari 1959 (67 tahun).
  • Pendidikan: Sarjana Ekonomi UGM (1982), Master Ekonomi Moneter Iowa State University (1989), PhD Ekonomi Moneter Iowa State University (1991).
  • Karier di BI: Bergabung sejak 1984 dan berkarier di bidang riset ekonomi, kebijakan moneter, internasional, pengelolaan devisa, hingga transformasi organisasi.
  • Pengalaman internasional: Direktur Eksekutif IMF mewakili 13 negara anggota South-East Asia Voting Group pada 2007-2009 sebelum kembali ke BI.
  • Jabatan Gubernur BI: Memimpin BI selama dua periode, 2018-2023 dan 2023-2028. Periode kedua ditetapkan melalui Keppres Nomor 38/P Tahun 2023 dan dilantik pada 24 Mei 2023.
  • Prestasi pribadi: Di antaranya Governor of the Year Asia Pasifik (Global Markets 2019), Anugerah Hamengku Buwono IX UGM (2022), serta sejumlah penghargaan sebagai pemimpin terpopuler di media.
  • Kontribusi lain: Aktif menulis buku dan publikasi ekonomi, antara lain Central Bank Policy Mix: Issues, Challenges, and Policy Responses (2020), Kebijakan Bank Sentral: Teori dan Praktik (2016), serta Kebijakan Moneter di Indonesia (2003).

 

Baca juga: BREAKING NEWS, Daud Joseph Dirut PT Pos Indonesia Mengundurkan Diri, Ada Apakah?

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.