Fakta-fakta Kebakaran di Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi, 51 Rumah Akan Kembali Dibangun
Rheina Sukmawati July 27, 2026 10:11 AM

TRIBUNJABAR.ID - Musibah kebakaran terjadi di Kasepuhan Cipta Mulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (25/7/2026).

Kasepuhan Cipta Mulya merupakan salah satu kampung adat yang eksistensinya masih terjaga di wilayah Sukabumi.

Lokasi tepatnya desa adat ini yaitu di area Gunung Halimun.

Desa ini dikenal sebagai salah satu kampung adat yang menjaga tradisi khususnya dalam pengelolaan lahan bertani yang masih tradisional.

Ketua Adat atau Sesepuh Kasepuhan Cipta Mulya yakni Abah E. Suhendri Wijaya atau dikenal dengan panggilan Abah Hendrik.

Berikut Tribunajabar.id rangkum fakta-fakta seputar peristiwa kebakaran yang terjadi di Kasepuhan Cipta Mulya.

1. Api Berawal dari MCK

Percikan api pertama kali terlihat dari tempat Mandi, Cuci, Kakus (MCK) atau toilet umum di kawasan kasepuhan pada Sabtu pukul 14.00 WIB.

TERBAKAR HABIS - Penampakan puluhan rumah rata dengan tanah usai ludes terbakar di Kasepuhan Ciptamulya, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (25/7/2026). (Tribun Jabar/M RIZAL JALALUDIN)
TERBAKAR HABIS - Penampakan puluhan rumah rata dengan tanah usai ludes terbakar di Kasepuhan Ciptamulya, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (25/7/2026). (Tribun Jabar/M RIZAL JALALUDIN) (Tribun Jabar/M RIZAL JALALUDIN)

Baca juga: PLN Indonesia Power UBP Jawa Barat 2 Salurkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran Kasepuhan Cipta Mulya

Staf Rehab Rekon BPBD Kabupaten Sukabumi, Kuswan Hermawan mengatakan, anak-anak yang pertama kali melihat percikan api tersebut.

Dengan kondisi bangunan rumah adat yang mayoritas beratap ijuk kering ditambah dengan angin kencang yang terjadi, api pun merambat lebih cepat.

"Terus api berawal dari MCK yang disaksikan oleh anak-anak yang dia berteriak, 'Api! Api! Api!'. Itu kemungkinan besar dari korsleting listrik," kata Kuswan, Sabtu.

Sementara, Abah Hendrik sedang berada di kediaman saudaranya saat kebakaran terjadi.

"Imah Gede habis semua, abah juga cuma sisa badan, pas abah sama istri pulang ini sudah habis semua. Kan saya lagi tinggalkan rumah, lagi di rumah sodara."

"Sekitar jam 2 siang dari korslet kabel di MCK, sehingga merambat ke rumah Gede, langsung merambat ke rumah warga juga," ungkap Abah Hendrik kepada Tribunjabar.id, Sabtu.

2. 51 Rumah dan 49 Leuit Terbakar

Ketua Panitia Logistik Bencana Kebakaran Kasepuhan Cipta Mulya, Edik Supriatna, mengatakan bahwa jumlah rumah yang ludes terbakar sebanyak 51 rumah, termasuk imah gede atau rumah Ketua Adat.

Sementara, leuit atau bangunan tempat menyimpan padi yang turut hangus terbakar yakni sebanyak 49 unit.

"Ada dua RT. Satu RT 27, yang satunya lagi 24. Nah, jumlah lumbung ada 49."

"Terus ditambah juga rumah Abah (Ketua Adat), terus balai sosial, terus Ajéng tuh tempat seni, posyandu, dan pos ronda. Kurang lebih itu hampir enam yang bangunan yang umum gitu," ucap Edik kepada Tribunjabar.id, Minggu (26/7/2026).

Edik menjelaskan, untuk leuit atau lumbung padi itu rata-rata menampung sekitar 1 sampai 2 ton gabah padi.

TERBAKAR HABIS - Penampakan puluhan rumah rata dengan tanah usai ludes terbakar di Kasepuhan Ciptamulya, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (25/7/2026). (Tribun Jabar/M RIZAL JALALUDIN)
TERBAKAR HABIS - Penampakan puluhan rumah rata dengan tanah usai ludes terbakar di Kasepuhan Ciptamulya, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (25/7/2026). (Tribun Jabar/M RIZAL JALALUDIN) (Tribun Jabar/M RIZAL JALALUDIN)

"Rata-rata sekitar 1 ton sampai 1 ton lebih untuk satu leuit. Yang paling besar ada yang 2 ton juga, yang punya Abah mungkin 2 ton lebih yang leuit Si Jimat mah," kata Edik.

3. Kerugian Ditaksir Rp2,5 Miliar

Bupati Sukabumi, Asep Japar, menyebutkan, taksiran kasar kerugian dari kebakaran itu mencapai sekitar Rp2,5 miliar.

Menurutnya, taksiran itu diperkirakan karena seluruh rumah warga beserta isinya ludes terbakar, termasuk imah gede dan leuit.

"Nah taksiran kerugian kan ini ada yang punya TV, ada yang punya peralatan lainnya, diperkirakan Rp2,5 miliar karena ada imah Gede ludes juga yang punya Ketua Adat. Rp2,5 miliar itu hitungan kasar termasuk lumbung padi," ucap Asep Japar.

4. Rumah Terbakar Akan Kembali Dibangun

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan Pemerintah Provinsi akan membangun kembali rumah-rumah tradisional yang terbakar dalam musibah tersebut.

KASEPUHAN TERBAKAR - Asap hitam tebal menyelimuti langit Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi, sejumlah rumah terbakar habis, Sabtu 25 Juli 2026.
KASEPUHAN TERBAKAR - Asap hitam tebal menyelimuti langit Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi, sejumlah rumah terbakar habis, Sabtu 25 Juli 2026. (DOK)

Baca juga: Update Kebakaran Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi: 51 Rumah Adat dan 49 Leuit Hangus Terbakar

"Dan saya sudah telepon Abah Asep barusan dan saya sudah menyampaikan 51 rumah yang terbakar itu akan segera kembali dibangun," ujarnya, Minggu (26/7/2026).

Dedi Mulyadi pun meminta warga di Kasepuhan Ciptamulya tetap tenang dan menunggu pemerintah daerah datang untuk membangun kembali bangunan yang terbakar.

"Nanti dalam waktu tidak terlama kami akan segera turun dan kembali membangun Kasepuhan Ciptamulya. Haturnuhun, salam untuk semuanya," ujar Dedi Mulyadi.

(Tribunjabar.id/Rheina, M Rizal Jalaludin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.