Kaesang Pangarep Siap Maju Caleg Dapil V Jateng, Ganjar: Masih Yakin Kandang Banteng
Laksmi Anindita July 27, 2026 10:35 AM

TRIBUNWOW.COM - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menyatakan akan maju dalam Pemilu 2029 sebagai calon legislatif dari Dapil V Jawa Tengah (Jateng).

"Saya sampaikan pesan yang saya sampaikan sebagai ketua umum, tetapi pesan saya sebagai bakal calon legislatif DPR RI Dapil V Jawa Tengah. Insyallah saya akan membersamai seluruh kader terkhusus di Solo karena teritori yang diberikan kepada saya hanya di Solo," ujar Kaesang ketika menyampaikan sambut dalam Rakerda PSI Kota Solo, Sabtu, (25/7/2026).

Dapil V Jawa Tengah meliputi tiga kabupaten dan satu kota, yaitu Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Surakarta atau Solo. Dapil ini kerap disebut “dapil neraka” karena menjadi dapil para politikus terkenal, salah satunya adalah Ketua DPR RI Puan Maharani.

Para legislator yang berasal dari Dapil V adalah Mohammad Toha (PKB), Adik Sasongko (Gerindra), Puan Maharani (PDIP), Aria Bima (PDI-P), Didik Haryadi (PDI-P), Singgih Januratmoko (Golkar), Abdul Kharis Almasyhari (PKS), dan Muhammad Hatta (PAN).

Pada Pemilu 2024, PDIP sangat kuat di dapil ini. Partai berlambang banteng itu tercatat meraih 774.282 suara. Di belakangnya ada Golkar (335.804 suara), Gerindra (302.492 suara), PKS (197.614 suara), dan PSI (134.249 suara).

Puan Maharani meraup suara terbanyak, yakni 297.366 suara. Dia diikuti oleh Adik Sasongko (142.405 suara) dan Singgih Januratmoko (125.067 suara).

Baca juga: Terkuak Kronologi Bentrokan Maut di Menteng, Dipicu Cekcok saat Beli Nasi Uduk, 1 Orang Tewas

Adapun caleg PSI yang mendapat suara terbanyak di Dapil V adalah Cynthia Riza dengan 60.003 suara. Namun, PSI gagal lolos ke parlemen karena tidak memenuhi ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

Sebelumnya, Kaesang pernah menyatakan target besar partainya pada Pemilu 2029, yakni menjadikan Jateng sebagai “kandang gajah”. Gajah yang dimaksudnya ialah gajah logo PSI.

“Jawa Tengah ini kandang gajah. PSI hadir untuk masyarakat Jawa Tengah. Tolong bantu kami bekerja dan bergerak bersama menuju Pemilu 2029,” kata Kesang dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) sekaligus pelantikan pengurus baru DPW dan DPD PSI se-Jawa Tengah di Hotel Sunan Solo, Kota Solo, Jateng, Kamis (8/1/2026).

Ganjar: Jateng tetap kandang banteng
Politikus PDIP sekaligus mantan capres 2024, Ganjar Pranowo, menanggapi pernyataan Kaesang yang akan maju jadi caleg dari Dapil V Jateng. Dia menyatakan Kaesang berhak maju.

“Dia bukan PDI Perjuangan. Jadi, setiap masyarakat punya hak dan negara melindungi hak untuk turut serta di dalam pemerintah,” kata Ganjar di Kantor DPP PDIP di Jakarta Pusat, Minggu, (26/7/2026).

Ganjar menyebut deklarasi Kaesang maju pileg bukanlah bentuk tantangan Kaesang kepada PDIP.

“Orang nyalon kok nantang. Kamu nyalon boleh. Semuanya boleh,” katanya.

Ketika ditanya apakah Jateng masih akan menjadi “kandang banteng”, Ganjar dengan percaya diri mengiyakannya.

“Saya masih yakin kandang banteng,” kata politikus berambut putih itu.

Baca juga: Hasto Soroti Beda Nasib Terduga Maling Ayam Tewas di Bali dan Eks Jampidsus Febrie Tak Diborgol

Pengamat: PSI cukup percaya diri

Adi Prayitno, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia sekaligus akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Sjarif Hidayatullah Jakarta, mengatakan ambisi Kaesang untuk menjadikan Jateng sebagai kandang banteng banyak dianggap sebagai psywar atau perang psikologis.

Kaesang dinilai telah melancarkan perang terbuka melawan PDIP yang kuat di Jateng. Meski demikian, Adi merasa PDIP tidak gentar menghadapi psywar Kaesang.

“Ketika Kaesang menyampaikan secara terbuka [bahwa] di 2029 Jawa Tengah harus menjadi kandangnya PSI, itu sebenarnya kalimat lainnya adalah dengan adanya [mantan Presiden RI] Jokowi, PSI siap bertempur dengan siapa pun, khususnya dengan PDIP yang dulu menjadi bagian dari Pak Jokowi,” kata Adi di kanal YouTube miliknya, Senin, (12/1/2025).

Menurut dia, PSI bisa merasa cukup percaya diri melawan PDIP di Jateng adalah karena faktor ayah Kaesang, yakni Jokowi.

“Yang membuat PDIP kuat di Jawa Tengah itu, kalau menurut pendukung Pak Jokowi, ya karena ada faktor Jokowi. Jokowilah yang membuat basis-basis pemilih dan basis-basis loyal itu semakin kuat dan solid,” kata dia.

Di sisi lain, menurut Adi, PDIP akan berargumen partai itu sudah lama kuat di Jateng, bahkan tanpa kehadiran Jokowi.

Adi mengatakan dalam Pilgub Jateng 2024, PDIP memang kalah. Meski demikian, partai berlogo banteng itu sangat kuat di Jateng dalam Pileg 2024. Buktinya, PDIP berhasil menang di 19 kabupaten/kota.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.