Materi Sosiologi Kelas 12 SMA Semester 1 dan Semester 2 Kurikulum Merdeka Tahun Ajaran 2026/2027
Siti Umnah July 27, 2026 11:27 AM

SRIPOKU.COM - Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, mata pelajaran Sosiologi Kelas 12 SMA Kurikulum Merdeka dirancang untuk membekali peserta didik dengan pemahaman kritis terhadap fenomena dinamika masyarakat modern, digitalisasi, serta penguatan kearifan lokal.

Materi Sosiologi Kelas 12 SMA ini disusun secara runtut dan terbagi ke dalam empat bab utama untuk memenuhi alur pembelajaran di Semester 1 (Bab 1 – Bab 2) dan Semester 2 (Bab 3 – Bab 4).

Melalui pembelajaran ini, siswa diharapkan tidak hanya mampu menganalisis perubahan sosial secara teoretis, tetapi juga tanggap memberikan solusi serta aksi nyata pemberdayaan di masyarakat.

Baca juga: Full Materi Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Semester 1 dan Semester 2 Tahun Ajaran 2026/2027

Untuk membantu siswa, guru, serta orang tua dalam memahami peta pembelajaran selama satu tahun ajaran penuh, berikut disajikan Materi Sosiologi Kelas 12 SMA Semester 1 dan Semester 2 Kurikulum Merdeka Tahun Ajaran 2026/2027:

SEMESTER 1 (BAB 1 – BAB 2)

  • Bab 1: Perubahan Sosial

Bab pertama ini mengajak peserta didik memahami hakikat masyarakat yang bersifat dinamis dan selalu mengalami pergeseran struktur maupun nilai sosial dari waktu ke waktu.

A. Memahami Perubahan Sosial: Menjelaskan pengertian, ciri-ciri, serta hakikat perubahan sosial yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat beserta faktor pendorong dan penghambatnya.

B. Teori dan Bentuk Perubahan Sosial: Mengidentifikasi berbagai teori sosiologi (seperti Teori Siklus, Teori Evolusi, Teori Konflik, dan Teori Fungsional) serta membedakan bentuk-bentuk perubahan sosial (lambat/cepat, kecil/besar dampaknya, direncanakan/tidak direncanakan).

C. Dampak Perubahan Sosial: Menganalisis dampak positif (modernisasi, efisiensi kerja, reintegrasi sosial) dan dampak negatif (disorganisasi sosial, anomi, ketimpangan) yang ditimbulkan oleh dinamika perubahan sosial.

  • Bab 2: Globalisasi dan Masyarakat Digital

Bab ini mendalami fenomena keterhubungan global (borderless world) serta lahirnya era transformasi digital yang mengubah pola interaksi manusia secara masif.

A. Memahami Globalisasi: Mengupas konsep globalisasi, sejarah perkembangan, serta faktor-faktor yang mempercepat proses integrasi antarnegara di bidang ekonomi, politik, dan budaya.

B. Perkembangan Masyarakat Digital: Mempelajari transisi masyarakat dari era industri menuju era informasi (Masyarakat 5.0), termasuk ciri-ciri interaksi digital, cyberspace, dan keberadaan media sosial.

C. Respons Masyarakat Terhadap Globalisasi dan Era Digital: Menganalisis beragam reaksi kelompok masyarakat dalam menyikapi arus globalisasi, mulai dari sikap pro-globalisasi (globalis), kritis (transformasionis), hingga penolakan/skeptis (skeptis).

SEMESTER 2 (BAB 3 – BAB 4)

  • Bab 3: Masalah Sosial Akibat Globalisasi dan Era Digital

Memasuki semester dua, fokus pembahasan bergeser pada analisis kritis terhadap efek samping negatif dan timbulnya berbagai disfungsi sosial di era digital.

A. Penyebab Masalah Sosial Akibat Globalisasi dan Era Digital: Menelusuri faktor utama timbulnya masalah baru, seperti gegar budaya (culture shock), ketimpangan akses teknologi (digital divide), dan pergeseran nilai-nilai kultural lokal.

B. Ragam Masalah Sosial Akibat Globalisasi dan Era Digital: Membedah bentuk-bentuk kejahatan dan fenomena sosial modern, seperti cybercrime, neokolonialisme, konsumerisme, kejahatan identitas (identity theft), hoaks, hingga pencemaran lingkungan akibat industrialisasi pesat.

C. Upaya Mengatasi Masalah Akibat Globalisasi dan Era Digital: Merumuskan langkah-langkah strategis berbasis literasi digital, penguatan regulasi hukum, peningkatan kualitas SDM, serta penanaman filter budaya bangsa.

  • Bab 4: Pemberdayaan Komunitas Berbasis Kearifan Lokal

Bab penutup ini berorientasi pada aksi nyata, di mana siswa diajak menjadi agen perubahan yang memanfaatkan nilai-nilai tradisi dan potensi lokal untuk kemandirian masyarakat.

A. Pemberdayaan dan Potensi Kearifan Lokal: Memahami pentingnya menjaga kearifan lokal (local wisdom) dan potensi daerah sebagai fondasi utama dalam merancang program pemberdayaan komunitas.

B. Berbagai Aksi Pemberdayaan Komunitas: Mengidentifikasi model-model partisipasi masyarakat dan contoh nyata aksi pemberdayaan di bidang ekonomi kreatif, pelestarian lingkungan, pariwisata lokal, dan pendidikan.

C. Tahapan Pemberdayaan Komunitas Lokal: Mempelajari alur kerja praktis pemberdayaan komunitas, mulai dari tahap pemetaan kebutuhan (need assessment), perencanaan program, pelaksanaan tindakan partisipatif, hingga proses evaluasi dan pemantauan keberlanjutan.

Secara keseluruhan, materi Sosiologi Kelas 12 SMA Kurikulum Merdeka Tahun Ajaran 2026/2027 disusun secara holistik.

Peserta didik tidak hanya dibekali keahlian analisis teoretis tentang fenomena perubahan sosial dan era digital, tetapi juga dilatih untuk berempati dan berkontribusi aktif melestarikan kearifan lokal melalui program pemberdayaan komunitas.***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.