TRIBUNNEWS.COM - Liga Arab Saudi resmi mengumumkan jadwal kompetisi musim 2026/2027, dimulai pada 13 Agustus 2026 mendatang dan berakhir pada 29 Mei 2027.
Dengan peserta 18 tim, total secara keseluruhan bakal ada 306 pertandingan yang menghabiskan 34 pekan.
Sebagai juara bertahan, Al Nassr akan membuka perjalanan musim baru dengan menghadapi Al Fateh pada pekan pertama.
Sementara itu, rival sekotanya Al Hilal dijadwalkan bertemu Al Faisaly, Al Ahli menghadapi Al Diriyah, dan Al Ittihad melawan Al Kholood.
Selain jadwal pekan pembuka, operator liga juga mengungkap sejumlah pertandingan besar yang akan menjadi sorotan sepanjang musim.
Laga klasik antara Al Ittihad melawan Al Nassr dijadwalkan berlangsung pada pekan kelima.
Pertemuan tersebut diprediksi menjadi salah satu duel paling dinanti karena mempertemukan dua kandidat kuat peraih gelar juara.
Setelah itu, Al Ittihad akan kembali menjalani laga besar saat menghadapi Al Hilal pada pekan kedelapan.
Sementara duel Al Ahli kontra Al Nassr akan berlangsung pada pekan berikutnya.
Baca juga: Al Nassr Tak Pernah Lepas Tangan, Persiapan Comeback Cristiano Ronaldo Matang
Salah satu pertandingan paling bergengsi musim ini adalah Derby Jeddah antara Al Ittihad dan Al Ahli yang akan dimainkan pada pekan ke-15.
Adapun Derby Riyadh yang mempertemukan Al Nassr dan Al Hilal dijadwalkan berlangsung pada pekan ke-17, menjadi penutup deretan laga besar pada putaran pertama.
Operator liga baru merilis secara rinci jadwal enam pekan pertama meski keseluruhan susunan pertandingan hingga akhir musim telah ditetapkan.
Pada hari pembuka, Kamis, 13 Agustus, akan digelar tiga pertandingan, yakni Al Hazm melawan Abha, Al Shabab menghadapi Al Qadsiah, dan Al Diriyah kontra Al Ahli.
Sehari kemudian, Jumat, 14 Agustus, Neom akan menghadapi Al Feiha, Al Ettifaq melawan Al Riyadh, sedangkan Al Hilal membuka musim dengan menjamu Al Faisaly.
Pekan pertama ditutup pada Sabtu, 15 Agustus, melalui pertandingan Al Taawoun kontra Al Khaleej, Al Ittihad melawan Al Kholood, dan Al Nassr menghadapi Al Fateh.
Dilansir Al Aawsat, pihak operator Liga Arab Saudi menjelaskan penyusuhan jadwal dilakukan setelah menggelar lokakarya seluruh klub peserta.
Klub-klub diberi kesempatan menyampaikan masukan terkait urutan pertandingan sebelum jadwal disahkan.
Musim 2026/2027 dinilai menjadi salah satu musim paling padat karena delapan klub Arab Saudi akan tampil di empat kompetisi internasional, ditambah agenda FIFA Matchday, pertandingan Timnas Arab Saudi, serta persiapan negara tersebut sebagai tuan rumah Piala Asia 2027.
Akibat padatnya kalender, operator liga hanya memiliki 102 hari efektif untuk menjadwalkan seluruh 306 pertandingan Liga Pro Arab Saudi.
Karena itu, jadwal disusun berdasarkan 10 kriteria utama agar kompetisi tetap berjalan seimbang.
Beberapa aturan yang diterapkan antara lain setiap klub tidak boleh memainkan lebih dari dua laga kandang atau tandang secara beruntun.
Baca juga: Al Nassr Krisis Keuangan, Gaji Pemain Mulai Alami Pemotongan
Untuk menjaga keseimbangan persaingan, operator liga juga membagi seluruh peserta ke dalam empat level kekuatan.
Level pertama dihuni Al Nassr, Al Hilal, Al Ahli, Al Qadsiah, dan Al Ittihad.
Level kedua berisi Al Taawoun, Al Ettifaq, Al Fateh, Al Khaleej, dan Al Shabab.
Level ketiga ditempati Neom, Al Hazm, Al Feiha, dan Al Kholood.
Sementara level keempat dihuni Al Riyadh, Abha, Al Faisaly, dan Al Diriyah.
Pembagian tersebut didasarkan pada performa klub dalam tiga musim terakhir dengan bobot penilaian yang lebih besar untuk musim terbaru.
Tujuannya adalah menghindari setiap klub level pertama menghadapi sesama tim unggulan secara beruntun sehingga kompetisi tetap kompetitif dan lebih seimbang sepanjang musim.
(Tribunnews.com/Tio)