SURYA.CO.ID, SURABAYA – Pelaksanaan ibadah haji 2027 di Jawa Timur akan memasuki babak baru.
Bandara Internasional Dhoho Kediri dipastikan mulai difungsikan sebagai embarkasi haji baru yang akan melayani keberangkatan jemaah dari kawasan Mataraman.
Kehadiran embarkasi baru ini diharapkan memangkas waktu perjalanan darat jemaah menuju titik keberangkatan sekaligus meningkatkan kenyamanan, terutama bagi jemaah lanjut usia (lansia).
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, Mohammad Asadul Anam, mengatakan Embarkasi Kediri akan difokuskan melayani jemaah haji asal wilayah Kediri Raya dan Madiun Raya.
"Yang jelas wilayah Kediri dan Madiun. Soal kloter penyangga, nanti akan disesuaikan dengan aspek teknis," kata Asadul Anam.
Berdasarkan pemetaan wilayah operasional Kemenag Jatim, terdapat 13 kabupaten/kota yang direncanakan masuk dalam Embarkasi Dhoho Kediri, yakni:
Selain itu, Kemenag juga mewacanakan dua daerah tambahan sebagai wilayah penyangga, yakni Kabupaten Jombang dan Kabupaten Bojonegoro.
Selama ini, jemaah asal kawasan Mataraman harus menempuh perjalanan darat selama enam hingga delapan jam menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya sebelum terbang ke Arab Saudi.
Dengan beroperasinya Embarkasi Kediri, waktu tempuh tersebut diperkirakan akan jauh lebih singkat sehingga kondisi fisik jemaah dapat lebih terjaga.
Manfaat ini dinilai sangat penting, terutama bagi jemaah lansia yang membutuhkan kondisi prima sebelum menjalani penerbangan jarak jauh menuju Tanah Suci.
Selain memangkas waktu perjalanan, Bandara Internasional Dhoho Kediri dinilai telah memenuhi persyaratan sebagai embarkasi haji.
Bandara tersebut memiliki landasan pacu (runway) sepanjang 3.300 meter yang mampu melayani operasional pesawat berbadan lebar (wide body) atau pesawat jumbo yang digunakan untuk penerbangan haji.
Dengan fasilitas tersebut, jemaah asal kawasan Mataraman nantinya dapat terbang langsung menuju Arab Saudi tanpa harus melakukan technical landing atau transit untuk pengisian bahan bakar.
Keberadaan Embarkasi Dhoho Kediri diharapkan menjadi salah satu langkah peningkatan kualitas pelayanan haji di Jawa Timur, sekaligus memberikan kemudahan akses bagi ribuan calon jemaah dari wilayah barat provinsi tersebut.