Fenomena Embun Beku Kembali Muncul di Pelawangan Sembalun Gunung Rinjani
Idham Khalid July 27, 2026 02:23 PM

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Fenomena embun beku kembali muncul di kawasan Pelawangan Sembalun, Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (25/7/2026) pagi.

Lapisan putih menyerupai salju tampak menyelimuti rumput dan permukaan tanah di area perkemahan akibat suhu udara yang turun drastis.

Fenomena tersebut dibenarkan petugas Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Hasanudin, yang saat itu bertugas di kawasan Pelawangan Sembalun.

Menurutnya, embun beku hanya terlihat di sebagian area perkemahan dan tidak menyelimuti seluruh kawasan.

"Kejadian itu pada tanggal 25 kemarin, pagi hari di Pelawangan Sembalun. Saya hanya mengecek di pelawangan satu, dan memang terlihat seperti salju. Tapi itu sebenarnya embun yang membeku karena suhu udara sangat dingin," kata Hasanudin saat dihubungi, pada Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan, fenomena embun beku bukan kali pertama terjadi di Gunung Rinjani. Namun, kemunculannya tergolong jarang karena hanya terjadi ketika suhu udara turun hingga mendekati atau di bawah titik beku.

"Biasanya terjadi di area camp saja, dan tidak merata. Jarang terjadi kalau suhunya tidak turun," ujarnya.

Baca juga: Embun Beku Menyelimuti Savana Propok, Wisatawan Berbondong Nikmati Sensasi Dingin Ekstrem

Hasanudin mengatakan berdasarkan informasi dari para pemandu yang turun dari puncak Rinjani, embun beku tidak ditemukan di area puncak gunung.

"Menurut para guide yang turun dari puncak, di puncak tidak ada salju atau embun beku. Hanya sekitar pelawangan," jelasnya.

Hasanudin menegaskan, lapisan putih yang terlihat di Pelawangan Sembalun bukanlah salju, melainkan embun yang membeku menjadi kristal es akibat suhu udara yang sangat rendah.

"Jarang terjadi sih, kalau suhunya tidak turun atau minus baru fenomena ini terjadi," tutupnya.

Para pendaki yang melintas di kawasan tersebut diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan suhu ekstrem, serta mempersiapkan perlengkapan yang memadai untuk menghadapi dinginnya malam hari di jalur pendakian Gunung Rinjani.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.