Husain Abdullah: Dalam Setiap Diskusi Peran Cak Bus Sangat Vital
AS Kambie July 27, 2026 03:22 PM

Oleh: Husain Abdullah

TRIBUN-TIMUR.COM - Petta Prof atau Cak Bus seorang kawan yang baik tutur katanya sopan. 

Beliau seorang aktivis sekaligus pemikir. Tulisannya bertebaran di berbagai media dan juga dalam bentuk teks book.

Mengenal Abustan sejak mahasiswa era 80an,  meskipun almarhum beda kampus  tetapi sebagai  bagian dari civil society kerap mempertemukan kami di berbagai forum.

Paling intens tahun 90an khususnya menjelang Reformasi 98. Kami biasanya berkempul di kediaman  Taslim Arifin, Blok H 11 Kompleks Dosen Unhas Tamalanrea Makassar, mendiskusikan tema politik, hukum dan sosial-ekonomi bangsa. 

Biasanya Cak Bus hadir bersama Qasim Mathar, Asmar Oemar Saleh, Abraham Samad, Nadjamuddih Madjid, Aswar Hasan, dan Tadjuddin Rahman. 

Menggabung pula  peserta lain secara bergantian diantaranya  Amran Razak, Hamid Paddu, Aidir Amin Daud, Alifian Mallarangeng, Arman Arfah, Farid Ma'ruf Ibrahim, Selle KS Dalle, Zakir Sabara, Subhan Mappaturung, Anno Suparno, Syarkawi Rauf, dan sejumlah aktivis dari berbagai perguruan tinggi dan latar belakang keilmuan maupun profesi yang berbeda.

Selain pandangan pandangannya juga perannya bersama Nadjamuddin dan Asmar menghubungkan kelompok informal ini dengan Amien Rais yang saat itu menjadi motor Reformasi 98.

Banyak pemikiran dan gagasan konstruktif lahir  dari diskusi mingguan tersebut khususnya penguatan demokratisasi dan supremasi hukum.

Yang spesifik adalah  gagasan tentang pemberlakuan Otonomi Daerah sebagai koreksi sistem sentralisme yang diberlakukan pemerintah orde baru saat itu.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.