Diaspora Manggarai NTT Gelar Pentas Caci di TMII, Catat Tanggalnya!
Hironimus Rama July 27, 2026 12:35 PM

 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA  - Semangat melestarikan tradisi leluhur terus menyala di kalangan perantau asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ikatan Keluarga Manggarai Jabodetabek (IKAMADA) bersiap menggelar Festival Budaya Manggarai di Anjungan NTT, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Minggu (2/8/2026).

Acara yang berlangsung sehari penuh ini akan menghadirkan deretan pertunjukan tradisional khas Flores Barat, mulai dari Tarian Caci, Sanda, Mbata, Danding, hingga Rangkuk Alu.

Sebagai penutup, para pengunjung akan diajak berjoget ria bersama diiringi lagu-lagu hits khas Indonesia Timur.

Ketua IKAMADA, Rikard Bagun, menegaskan bahwa pergelaran ini menjadi wadah untuk mengenalkan kekayaan seni dan tradisi dari tanah kelahirannya kepada masyarakat luas.

"Pentas menampilkan berbagai tarian dan musik tradisional dengan tujuan melestarikan serta mempromosikan warisan budaya Manggarai," ujar Tokoh Pers Nasional kelahiran Manggarai tersebut.

Rikard menambahkan, pentas budaya ini akan dijadikan agenda rutin IKAMADA sebagai paguyuban warga Manggarai di Jabodetabek.

Lewat kegiatan seni hingga Misa Raya, organisasi ini berkomitmen mempererat tali silaturahmi antarperantau.

Caci: Simbol Kebanggaan dan Nilai Kehidupan

Salah satu atraksi utama yang paling dinantikan adalah Tari Caci. Penanggung jawab Festival Budaya Pentas Caci 2026, Gaudens Wodar, menjelaskan bahwa Caci bukan sekadar tontonan, melainkan simbol kebanggaan yang sarat makna.

Pertarungan satu lawan satu ini memadukan ketangkasan pukul dan tangkis, seni (lomes), tari (kelong), keindahan suara, sportivitas, keberanian, hingga rasa syukur.

Tahun ini, festival mengusung tema REKO B'EO TANAH KUNI AGU KALO, yang bermakna mencintai dan merawat nilai-nilai budaya sebagai fondasi spiritualitas kehidupan.

“Kita wajib menjaga, membangun, merawat nilai budaya Manggarai sebagai tanah kelahiran tempat kita berasal. Ungkapan ini mengingatkan setiap orang Manggarai agar tidak lupa (neka hemong tanah Kuni agu kalo - tanah Manggarai) sebagai identitas dan asal-usulnya, meski sedang merantau jauh,” ujar Gaudens.

Gaudens juga menekankan bahwa meski terlihat mengandalkan fisik, Caci terikat erat oleh norma dan etika ketat berbasis nilai luhur. Ia berharap tradisi ini terus mendapat dukungan pemerintah agar kelestariannya tetap terjaga.

Rangkaian Acara Semarak dari Pagi Hingga Sore

Ketua Panitia Festival Budaya Pentas Caci 2026, Libertus Jehani, menyampaikan bahwa kemeriahan acara akan dimulai pukul 08.00 WIB hingga sore hari atas kolaborasi dengan berbagai komunitas diaspora Manggarai se-Jabodetabek.

Selain aksi Caci dan Danding, pengunjung juga dapat menyaksikan kirab budaya serta tarian khas Ndundudake yang dibawakan oleh generasi muda dan mahasiswa.

"Sebagai puncak acara, panitia mengajak seluruh hadirin ikut dalam goyang massal terpimpin diiringi lagu-lagu ceria seperti 'Sini Senang' dan 'Kokor Gola," tutur Libertus.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.