TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK – Sebanyak 58 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Lebak, Banten, telah beroperasi dari total 340 desa dan lima kelurahan yang ada di wilayah tersebut.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DinkomUKM) Kabupaten Lebak, Imama Suangsa.
"Secara tata kelola, kami memiliki data sebanyak 58 KDMP yang sudah operasional," ujar Imama kepada TribunBanten.com, Minggu (26/7/2026).
Imama mengatakan, KDMP yang telah beroperasi saat ini masih memanfaatkan potensi lokal di masing-masing desa, yang sebelumnya telah dilaksanakan peluncuran (launching).
Ia menyebutkan, KDMP yang sudah beroperasi tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Cilograng, Cikulur, Rangkasbitung, serta beberapa wilayah lainnya.
"Koperasi yang sudah berjalan memanfaatkan potensi lokal, seperti di Desa Girimukti, Darmasari, dan Parage. Namun, pengelolaannya belum terintegrasi dengan Agrinas, masih bersifat parsial," katanya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kasat Narkoba Polres Tangsel dan Jajaran Terjaring Kasus Narkoba, Pelaku Ditangkap
Selain itu, Imama mengungkapkan sebanyak 251 KDMP saat ini masih dalam proses pembangunan. Dari jumlah tersebut, 134 KDMP telah mencapai progres pembangunan 100 persen.
"KDMP yang progres pembangunannya sudah 100 persen akan segera dioperasionalkan dan akan dilaunching pada waktunya nanti," ujarnya.
Menurut Imama, seluruh KDMP nantinya akan dikelola oleh Agrinas selama dua tahun.
"KDMP ini akan dikelola Agrinas selama dua tahun," ucapnya.
Imam menjelaskan kehadiran KDMP bertujuan menjadi mata rantai pemasok kebutuhan masyarakat di masing-masing desa.
"Artinya nanti layanan kebutuhan masyarakat tidak lagi ada rantai pasok yang panjang. Jadi bisa langsung dari vendor ke KDMP, sehingga masyarakat akan mendapatkan harga lebih terjangkau, atau lebih murah," jelasnya.
Pada saat ditanya, dari mana KDMP akan mendapatkan suplai barang? Ia mengaku masih menunggu kebijakan dari Agrinas.
"Kita tunggu kebijakan dulu dari Agrinas," tandasnya.